JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

Concept: Journal of Social Humanities and EducationConcept: Journal of Social Humanities and Education

Artikel ini membahas makna yang tersembunyi dari puisi karya Marah Roesli. Pembahasan ini bertujuan untuk lebih memahami pembaca akan isi puisi. Puisi “Syair Rindu merupakan salah satu puisi yang memiliki makna yang begitu dalam jika ditafsirkan karena di dalamnya mengandung makna romantisme. Marah Roesli adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka, atau periode sastra yang muncul pada masa penjajahan Belanda pada sekitar 1920-an hingga 1930-an. Pada artikel ini juga membahas mengenai makna hiperbola pada puisi “Syair Rindu.

Simpulan pada penelitian yang sudah dilakukan yaitu puisi “Syair Rindu karya Marah Roesli adalah puisi yang menceritakan atau membahas mengenai kerinduan terhadap seseorang.Pada puisi ini terdapat 51 bait dan 204 larik.Ditemukan 3 bait yang memiliki diksi bernilai romantisme (bait ke-11, 13, 19) dan satu bait dengan diksi bermakna hiperbola.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah pola romantisme dan hiperbola yang ditemukan pada puisi “Syair Rindu juga muncul pada karya puisi lain karya Marah Roesli, sehingga dapat memperluas pemahaman tentang ciri stilistika penulis tersebut. Selanjutnya, perbandingan penggunaan majas hiperbola dalam puisi masa Balai Pustaka dengan puisi kontemporer Indonesia dapat memberikan wawasan tentang evolusi gaya bahasa dan persepsi pembaca selama beberapa dekade. Terakhir, penerapan teknik analisis komputasional, seperti pemrosesan bahasa alami, untuk mengidentifikasi secara otomatis unsur romantisme dan hiperbola pada korpus puisi besar dapat menghasilkan metodologi baru yang lebih objektif dan mempercepat studi stilistika sastra Indonesia.

Read online
File size67.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test