ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG

Musica: Journal of MusicMusica: Journal of Music

Pertunjukan solis trombon ini merupakan penelitian berbasis praktik yang bertujuan mengeksplorasi kemampuan interpretatif dan fleksibilitas trombon dalam konteks pertunjukan lintas genre melalui penyajian tiga repertoar, yaitu Sonata in F Minor karya Georg Philipp Telemann, Joget Hitam Manis dengan aransemen Melayu–tango, dan Dancing Queen karya ABBA. Penelitian ini menggunakan metode praktik pertunjukan yang meliputi tahap persiapan, proses latihan, pertunjukan, serta evaluasi pasca‑pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap repertoar menuntut pendekatan teknik dan interpretasi yang berbeda, baik dari segi artikulasi, frasa, dinamika, maupun pemahaman gaya musikal. Sonata in F Minor menekankan penguasaan idiom Barok dan ornamentasi, Joget Hitam Manis menuntut kemampuan memadukan karakter musikal Melayu dan tango, sedangkan Dancing Queen menekankan adaptasi idiom vokal dan groove musik pop‑disco ke dalam permainan trombon. Pertunjukan ini membuktikan bahwa trombon memiliki fleksibilitas interpretatif yang luas dan mampu berfungsi sebagai instrumen solis yang komunikatif dalam berbagai genre musik.

Penelitian berbasis praktik ini membuktikan bahwa trombon memiliki fleksibilitas interpretatif yang luas dalam menghadirkan karakter musikal dari tiga repertoar lintas‑genre.Sonata in F Minor (Barok), Joget Hitam Manis (fusion Melayu‑tango), dan Dancing Queen (pop‑disco).Keberhasilan interpretasi tidak hanya bergantung pada penguasaan teknik seperti tonguing, legato, staccato, glissando, mute, dan call‑and‑response, melainkan pada kemampuan internalisasi prinsip estetika masing‑masing tradisi musik serta keputusan artistik yang konsisten dengan konteks stilistik karya.Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis bagi pengembangan praktik pertunjukan trombon di Indonesia serta memperkaya perspektif pendidikan musik kontemporer dengan menintegrasikan aspek teknis, musikal, dan kontekstual secara holistik.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana teknik improvisasi pada trombon dapat diaplikasikan dalam repertoar tradisional Indonesia seperti gamelan, dengan menguji dampak improvisasi terhadap keaslian musik dan persepsi pendengar (pertanyaan penelitian: Bagaimana improvisasi memengaruhi integritas musik tradisional?). Selain itu, studi komparatif antara adaptasi genre pop‑disco pada instrumen tiup logam lainnya (misalnya trumpet atau tuba) dapat mengidentifikasi strategi teknik yang paling efektif untuk mempertahankan groove dan dinamika, sehingga memberikan panduan praktis bagi pemain brass (pertanyaan penelitian: Teknik apa yang paling mendukung groove pop‑disco pada berbagai instrumen tiup logam?). Akhirnya, penelitian longitudinal yang melacak perkembangan kemampuan interpretatif trombonis mahasiswa selama tiga tahun program studi, termasuk analisis faktor motivasi, metodologi latihan, dan dukungan mentor, dapat memperjelas faktor-faktor yang mempercepat penguasaan lintas‑genre (pertanyaan penelitian: Faktor apa yang paling signifikan dalam mempercepat kemampuan interpretatif lintas‑genre pada trombonis mahasiswa?).

Read online
File size526.61 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test