STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

JETA (Journal of English Teaching and Applied Linguistic)JETA (Journal of English Teaching and Applied Linguistic)

Indonesia berencana menjadikan bahasa Inggris mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun 2027, namun banyak sekolah belum memiliki fasilitas Bahasa Inggris. Penelitian ini meneliti rasa kesiapan guru bahasa Inggris dasar dan masalah yang mereka antisipasi. Sebagai bagian kualitatif dari proyek campuran yang lebih besar, penelitian ini menggunakan wawancara semi‑terstruktur dengan lima guru yang dipilih dari sekolah negeri dan swasta di Provinsi Lampung, kemudian dianalisis dengan analisis tematik. Empat tema muncul: kesenjangan sumber daya sekolah, perbedaan kesiapan dan kepercayaan diri guru, akses tidak merata ke pengembangan profesional, serta kekhawatiran bersama tentang penilaian, dukungan orang tua, dan ukuran kelas. Empat guru yang berlatih bahasa Inggris menyatakan diri siap, terutama di sekolah swasta; satu guru tanpa latar belakang bahasa Inggris tidak siap dan berharap seorang kolega yang berkualifikasi dapat bergabung. Temuan menunjukkan bahwa tanpa dukungan khusus untuk sumber daya, pelatihan, dan kualifikasi guru, bahasa Inggris wajib dapat memperlebar kesenjangan antar sekolah daripada menutupnya.

Studi menunjukkan kesiapan guru bahasa Inggris di sekolah swasta lebih tinggi karena dukungan sumber daya, pengalaman, dan pelatihan reguler, sedangkan guru di sekolah negeri, terutama yang tanpa latar belakang bahasa Inggris, merasa kurang siap karena keterbatasan sumber daya dan pelatihan.Perbedaan ini mengancam tujuan kurikulum Merdeka untuk memberikan akses yang adil, sehingga diperlukan investasi sumber daya dasar, pelatihan gratis berkelanjutan, penetapan kualifikasi dan jalur sertifikasi, serta panduan kontekstual dan penjadwalan bertahap.Dengan dukungan yang tepat, Indonesia dapat memastikan semua siswa sekolah dasar belajar bahasa Inggris dari guru yang terlatih dan percaya diri.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki model pengembangan profesional yang dapat diskalakan untuk guru bahasa Inggris di sekolah negeri, dengan membandingkan efektivitas pelatihan daring modular versus lokakarya tatap muka dalam meningkatkan kompetensi mengajar. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi dampak penyediaan sumber daya digital berbiaya rendah terhadap hasil belajar siswa di sekolah dengan keterbatasan fasilitas, guna menentukan apakah teknologi sederhana dapat menutup kesenjangan materi. Terakhir, studi longitudinal dapat menelusuri bagaimana jadwal implementasi bertahap dengan dukungan awal di sekolah yang kurang beruntung mempengaruhi kesetaraan capaian bahasa Inggris selama beberapa tahun, sehingga kebijakan dapat disesuaikan untuk menjamin keadilan pendidikan.

  1. Challenges in Teaching English to Young Learners: Global Perspectives and Local Realities - Copland -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/tesq.148Challenges in Teaching English to Young Learners Global Perspectives and Local Realities Copland onlinelibrary wiley doi 10 1002 tesq 148
  2. The 2027 Mandatory English Policy for Indonesian Elementary School: Teacher Distress Beyond Disciplinary... journal.umg.ac.id/index.php/inatesol/article/view/11004The 2027 Mandatory English Policy for Indonesian Elementary School Teacher Distress Beyond Disciplinary journal umg ac index php inatesol article view 11004
Read online
File size428.58 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test