YAZRIYAZRI

Jurnal Pendidikan Sosial IndonesiaJurnal Pendidikan Sosial Indonesia

Gotong royong masih menjadi praktik sosial-budaya penting dalam masyarakat pedesaan Indonesia di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk praktik gotong royong di Desa Pinang Luar, kontribusinya terhadap integrasi nasional dalam perspektif Astagatra, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu Ketua RT dan empat warga desa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti pembersihan sungai, pemeliharaan makam, pembersihan jalan, dan pengelolaan lingkungan masih memperkuat interaksi sosial, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa gotong royong berkontribusi terhadap ketahanan sosial-budaya, implementasi nilai-nilai Pancasila, dan integrasi sosial berbasis komunitas dalam kerangka Astagatra. Namun, modernisasi dan menurunnya partisipasi generasi muda menjadi tantangan terhadap keberlanjutan tradisi kolektif masyarakat.

Gotong royong praktik di Desa Pinang Luar tetap berperan signifikan dalam mempertahankan solidaritas sosial, memperkuat integrasi komunitas, dan menjaga keberlangsungan kehidupan bersama di tengah transformasi sosial budaya.Keberlanjutan praktik tersebut dipengaruhi kuat oleh nilai solidaritas, timbal balik, norma sosial, serta hubungan interpersonal yang terus terpatri dalam kehidupan desa, meskipun modernisasi dan perubahan gaya hidup digital mengurangi partisipasi generasi muda.namun gotong royong masih dipandang sebagai kewajiban moral dan identitas sosial yang diturunkan lintas generasi.Kepemimpinan lokal, khususnya Ketua RT, berperan penting dalam mempertahankan partisipasi melalui komunikasi interpersonal, mobilisasi sosial, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan kolektif.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan dinamika gotong royong antara konteks pedesaan dan perkotaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan praktik kolektif dalam lingkungan yang berbeda; selanjutnya, studi dapat mengembangkan model integrasi nilai tradisional gotong royong dengan teknologi digital, seperti platform media sosial atau aplikasi komunitas, untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dan memperluas jangkauan aktivitas sosial; terakhir, penelitian dapat meneliti peran kepemimpinan berbasis gender dalam memediasi keberlanjutan gotong royong, khususnya bagaimana partisipasi perempuan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dapat mempengaruhi efektivitas serta keberlanjutan program komunitas di desa-desa yang mengalami transformasi sosial.

  1. Gotong Royong and the Transformation of Kampung Ledok Code, Yogyakarta - Winardi - 2020 - City &... doi.org/10.1111/ciso.12291Gotong Royong and the Transformation of Kampung Ledok Code Yogyakarta Winardi 2020 City doi 10 1111 ciso 12291
  2. From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra... journal.yazri.com/index.php/jupsi/article/view/166From Collective Tradition to National Integration Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra journal yazri index php jupsi article view 166
  3. Power dynamics and resource dependence: NGO‐government collaboration in Yogyakarta, Indonesia... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/pad.2034Power dynamics and resource dependence NGOyAAAagovernment collaboration in Yogyakarta Indonesia onlinelibrary wiley doi 10 1002 pad 2034
Read online
File size3.97 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test