DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan persoalan serius yang berdampak terhadap kondisi psikologis, akademik, dan sosial mahasiswa. Fenomena ini tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik, tetapi juga verbal dan digital yang semakin berkembang seiring penggunaan media sosial dan teknologi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pelecehan seksual di perguruan tinggi serta mengkaji dampak dan upaya pencegahannya dalam perspektif Maqashid al-Syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, peraturan perundang-undangan, dan laporan lembaga terkait yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual di perguruan tinggi dipengaruhi oleh relasi kuasa, budaya senioritas, rendahnya pemahaman mengenai persetujuan (consent), serta lemahnya sistem perlindungan institusional. Korban pelecehan seksual mengalami dampak multidimensional berupa trauma psikologis, penurunan kualitas akademik, dan hambatan dalam interaksi sosial. Dalam perspektif Maqashid al-Syariah, pelecehan seksual bertentangan dengan prinsip perlindungan kehormatan (ḥifẓ al-ird), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-aql), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang komprehensif melalui penguatan edukasi, sistem pelaporan yang berpihak kepada korban, serta penguatan kebijakan kampus untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.

Pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan persoalan serius yang masih terjadi dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, maupun digital, serta dipengaruhi oleh relasi kuasa, budaya kampus, dan lemahnya pemahaman mengenai batasan perilaku dan persetujuan.Meskipun sebagian besar mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai pelecehan seksual, masih ditemukan ambiguitas dalam membedakan antara candaan dan tindakan pelecehan, terutama pada bentuk-bentuk verbal dan psikologis.Fenomena ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.Penelitian ini juga menemukan bahwa pelecehan seksual memberikan dampak multidimensional terhadap korban, meliputi gangguan psikologis, penurunan kualitas akademik, serta hambatan dalam interaksi sosial.Rendahnya tingkat pelaporan dipengaruhi oleh rasa takut, stigma sosial, budaya victim blaming, dan lemahnya mekanisme perlindungan institusional.Dalam perspektif Maqashid al-Syariah, pelecehan seksual bertentangan dengan prinsip perlindungan kehormatan (ḥifẓ al-ird), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-aql), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl), sehingga tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma sosial dan hukum positif, tetapi juga bertentangan dengan tujuan fundamental syariat Islam dalam menjaga kemaslahatan manusia.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif mengenai implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi keberhasilan dan tantangan dalam menerapkan kebijakan tersebut, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak edukasi dan pelatihan mengenai persetujuan, etika pergaulan, dan penghormatan terhadap hak individu dalam mengurangi kasus pelecehan seksual di kampus. Studi ini dapat mengukur perubahan perilaku dan pemahaman mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas edukasi tersebut. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran dan tanggung jawab dosen dalam pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di kampus. Studi ini dapat mengeksplorasi persepsi dosen mengenai pelecehan seksual, pemahaman mereka tentang batasan perilaku dan persetujuan, serta strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan bermartabat.

  1. Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan Tinggi dalam  Perspektif    Maqashid al-Syariah... jurnal.dokicti.org/index.php/JSLS/article/view/1456Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan Tinggi dalamA PerspektifAA AMaqashid al Syariah jurnal dokicti index php JSLS article view 1456
Read online
File size249.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test