DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Penelitian ini menelaah landasan normatif al‑Quran, fiqh al‑biah, dan maqashid al‑syariah sebagai dasar untuk mencegah praktik‑praktik destruktif di Mandailing Natal (Madina) serta mengevaluasi keterpaduan norma Islam dengan kebijakan teknis dan tindakan remediasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan hermeneutik dan fiqhiyyah, melalui pembacaan al‑Quran dan tafsir, serta analisis prinsip fiqh al‑biah dan maqashid al‑syariah. Sumber data meliputi literatur ilmiah, peraturan, fatwa MUI, laporan lapangan, dan arsip media yang dianalisis secara kualitatif‑deskriptif dan ditriangulasi dengan bukti empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa argumentasi tekstual Qurani dan fiqhiyyah menegaskan kewajiban normatif untuk memelihara mizan dan mencegah fasad. Temuan empiris mengonfirmasi pencemaran merkuri dari ASGM, degradasi ekosistem pesisir akibat praktik penangkapan destruktif, serta akumulasi sampah sungai yang memperparah kerentanan kesehatan dan mata pencaharian. Penelitian ini juga mengidentifikasi celah implementasi kebijakan nasional pada tingkat lokal, keterbatasan akses teknologi bebas merkuri, dan lemahnya regulasi operasional daerah, yang menunda internalisasi kesadaran ekologis. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian merekomendasikan penguatan kebijakan berbasis maqashid al‑shariah melalui intervensi fatwa kabupaten dan regulasi daerah kontekstual, dakwah tematik untuk perubahan perilaku, adopsi substitusi teknologi bebas merkuri, serta mekanisme pembiayaan syariah untuk mendukung remediasi dan mitigasi.

Penelitian ini menegaskan bahwa etika Qurani, fiqh al‑biah, dan maqashid al‑syariah menjadi dasar normatif kuat untuk menolak praktik ekologis merusak di Madina.Bukti empiris menunjukkan pencemaran merkuri, degradasi habitat pesisir, dan celah implementasi kebijakan nasional NAP‑ASGM.Oleh karena itu, solusi integratif yang menggabungkan legitimasi normatif, intervensi teknis, transisi ekonomi, dan tata kelola partisipatif dibutuhkan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan.

Untuk memperluas aplikasi temuan, peneliti dapat mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan teknologi digital berbasis kuantum dapat memantau kontaminasi merkuri secara real‑time di komunitas ASGM; selanjutnya, studi longitudinal dapat mengukur dampak jangka panjang dari program edukasi dakwah berbasis maqashid al‑syariah terhadap perilaku masyarakat terhadap praktik pertambangan; akhirnya, penelitian kebijakan dapat difokuskan pada perbandingan efektivitas fatwa lokal yang mengintegrasikan prinsip syariah dengan regulasi teknis, guna menghasilkan rekomendasi optimal bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

  1. What Is Qualitative Research? An Overview and Guidelines - Weng Marc Lim, 2025. qualitative research... journals.sagepub.com/doi/10.1177/14413582241264619What Is Qualitative Research An Overview and Guidelines Weng Marc Lim 2025 qualitative research journals sagepub doi 10 1177 14413582241264619
  2. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1755-1315/789/1/012040Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1755 1315 789 1 012040
  3. Etika Qur’ani dan Fiqh al-Bi’ah sebagai Landasan Kebijakan Ekologis: Pendekatan Normatif... jurnal.dokicti.org/index.php/JSLS/article/view/1562Etika QurAoani dan Fiqh al BiAoah sebagai Landasan Kebijakan Ekologis Pendekatan Normatif jurnal dokicti index php JSLS article view 1562
  4. Fiqh Frameworks of Dharar (Harm) Principle in Landuse based on Kitab al-I’lan Bi Ahkam Al- Bunyan... doi.org/10.21834/jabs.v7i22.411Fiqh Frameworks of Dharar Harm Principle in Landuse based on Kitab al IAolan Bi Ahkam Al Bunyan doi 10 21834 jabs v7i22 411
Read online
File size438.33 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test