PELITABANGSAPELITABANGSA
DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASARDIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASARPerlindungan hak eksistensial anak dalam pendidikan dasar Indonesia masih menghadapi tantangan serius, ditandai oleh depersonalisasi pembelajaran, tekanan akademik berlebihan, dan minimnya penghargaan terhadap identitas individual anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko terhadap hak eksistensial anak, dampak psikososial depersonalisasi pendidikan, dan mengonstruksi konsep arsitektur jiwa melalui personalisasi berbasis Montessori sebagai pendekatan perlindungan hak eksistensial anak di sekolah dasar.
Penelitian ini berhasil menjawab seluruh rumusan masalah yang dibangun.Pertama, faktor risiko utama terhadap hak eksistensial anak di sekolah dasar Indonesia mencakup sistem pembelajaran seragam, orientasi akademik berlebihan, relasi kuasa asimetris antara guru dan siswa, kekerasan simbolik, tekanan psikososial, pengabaian kebutuhan emosional, dan minimnya personalisasi faktor-faktor yang secara kolektif membentuk ekosistem depersonalisasi yang mengancam eksistensi individual anak.Kedua, dampak psikososial depersonalisasi pendidikan meliputi hilangnya rasa aman psikologis, erosi kepercayaan diri, kecemasan belajar, keterasingan sosial, hambatan aktualisasi diri, dan krisis identitas belajar dampak yang apabila tidak ditangani akan menghasilkan defisit psikologis jangka panjang yang mempengaruhi seluruh trajektori perkembangan anak.Ketiga, personalisasi berbasis Montessori terbukti secara konseptual merupakan pendekatan perlindungan hak eksistensial anak yang komprehensif, bekerja melalui mekanisme child-centered learning, prepared environment, kebebasan terarah, dan penghormatan terhadap ritme individual.Keempat, konstruksi perlindungan hak eksistensial anak melalui Montessori terbangun melalui proses organis di mana prinsip-prinsip Montessori secara inheren menghormati dan memfasilitasi eksistensi individual anak, bukan melalui regulasi formal semata.Kelima, model konseptual arsitektur jiwa yang dihasilkan penelitian ini menggambarkan empat pilar.rasa aman eksistensial, identitas diri yang terjaga, kapasitas aktualisasi diri, dan martabat eksistensial yang terbentuk melalui akumulasi pengalaman pendidikan yang personal, humanistik, dan eksistensial berbasis Montessori.
Saran penelitian lanjutan yang baru: Mengembangkan instrumen pengukuran arsitektur jiwa yang dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif berikutnya. Melakukan studi komparatif antara sekolah Montessori dan sekolah konvensional di Indonesia dengan menggunakan kerangka perlindungan hak eksistensial sebagai lensa analisis. Melakukan penelitian lapangan longitudinal yang mengukur indikator arsitektur jiwa di sekolah-sekolah berbasis Montessori Indonesia untuk memvalidasi dan memperkaya konstruksi konseptual yang dihasilkan penelitian ini.
- Middle School Studentsâ Motivation and Quality of Experience: A Comparison of Montessori and... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/428885Middle School StudentsyAAAo Motivation and Quality of Experience A Comparison of Montessori and journals uchicago edu doi 10 1086 428885
- Psychological Safety and Learning Behavior in Work Teams - Amy Edmondson, 1999. safety learning behavior... journals.sagepub.com/doi/10.2307/2666999Psychological Safety and Learning Behavior in Work Teams Amy Edmondson 1999 safety learning behavior journals sagepub doi 10 2307 2666999
- Evaluating Montessori Education | Science. evaluating montessori education science skip main content... doi.org/10.1126/science.1132362Evaluating Montessori Education Science evaluating montessori education science skip main content doi 10 1126 science 1132362
| File size | 258.64 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UMUM Pendidik dan guru memainkan peran penting dalam memberikan bimbingan, dukungan emosional, pengembangan keterampilan sosial, dan penilaian holistik terhadapPendidik dan guru memainkan peran penting dalam memberikan bimbingan, dukungan emosional, pengembangan keterampilan sosial, dan penilaian holistik terhadap
UNJUNJ Melalui kegiatan kreatif seperti pembuatan cerita bergambar dan permainan kolaboratif, anak-anak pada kelompok eksperimental menunjukkan peningkatan kemampuanMelalui kegiatan kreatif seperti pembuatan cerita bergambar dan permainan kolaboratif, anak-anak pada kelompok eksperimental menunjukkan peningkatan kemampuan
UAIUAI Interaksi orang tua‑anak berperan penting dalam membentuk keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika interaksi orang tua–anakInteraksi orang tua‑anak berperan penting dalam membentuk keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika interaksi orang tua–anak
BIMABERILMUBIMABERILMU Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMetode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
UAIUAI Namun, sebagian penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital belum sepenuhnya diimbangi dengan interaksi sosial langsung dan pendampingan orangNamun, sebagian penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital belum sepenuhnya diimbangi dengan interaksi sosial langsung dan pendampingan orang
UAIUAI Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan interaktif model dari Miles dan Huberman yangPengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan interaktif model dari Miles dan Huberman yang
STAI MIFDASTAI MIFDA Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam denganMetode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
USUUSU Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa anak, tetapi juga memperkuat self-image, self-esteem, dan ideal-self anak secara bertahap. StorytellingKegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa anak, tetapi juga memperkuat self-image, self-esteem, dan ideal-self anak secara bertahap. Storytelling
Useful /
PELITABANGSAPELITABANGSA Peningkatan tersebut disebabkan oleh keterlibatan aktif siswa dalam aktivitas pemecahan masalah, diskusi kelompok, pencarian informasi, dan presentasiPeningkatan tersebut disebabkan oleh keterlibatan aktif siswa dalam aktivitas pemecahan masalah, diskusi kelompok, pencarian informasi, dan presentasi
PELITABANGSAPELITABANGSA Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi child-friendly science learning dilakukan melalui pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan student-centeredHasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi child-friendly science learning dilakukan melalui pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan student-centered
DOKICTIDOKICTI Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadapMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap
PKN STANPKN STAN Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik di Desa Panyirapan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengelolaPelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik di Desa Panyirapan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengelola