PELITABANGSAPELITABANGSA

DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASARDIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan belajar IPAS siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning berbasis ramah anak terhadap kemampuan belajar IPAS siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 peserta didik kelas V sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest kemampuan belajar IPAS. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik sebesar 64,8 dengan rentang nilai 48-82, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 85,6 dengan rentang nilai 70-96. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran Problem Based Learning berbasis ramah anak terhadap kemampuan belajar IPAS siswa sekolah dasar. Model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif, aktif, dan menyenangkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.

Implementasi pembelajaran Problem Based Learning berbasis ramah anak memberikan efek positif dan signifikan terhadap kemampuan belajar IPAS siswa sekolah dasar, terbukti dari peningkatan rata‑rata skor dari 64,8 (pretest) menjadi 85,6 (posttest).Peningkatan tersebut disebabkan oleh keterlibatan aktif siswa dalam aktivitas pemecahan masalah, diskusi kelompok, pencarian informasi, dan presentasi hasil, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar ilmu pengetahuan dan sosial di sekolah dasar.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pembelajaran Problem Based Learning berbasis ramah anak pada mata pelajaran lain, seperti matematika atau bahasa Indonesia, untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan belajar serupa dapat dicapai di bidang studi yang berbeda. Selain itu, studi komparatif antara model pembelajaran ramah anak dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti Project Based Learning atau STEM, dapat memberikan wawasan tentang keunggulan relatif masing‑masing pendekatan dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Terakhir, melakukan penelitian longitudinal yang melacak perkembangan kemampuan belajar siswa selama beberapa tahun setelah penerapan model ini akan membantu menilai keberlanjutan dampak positif serta faktor-faktor yang mempengaruhi retensi pengetahuan jangka panjang.

  1. Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Keterampilan Sosial Siswa dalam Pembelajaran IPS di SDN... jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/view/4273Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Keterampilan Sosial Siswa dalam Pembelajaran IPS di SDN jurnal stiq amuntai ac index php al madrasah article view 4273
  2. Pengaruh Project Based Learning pada Anak 4-14 Tahun | Aulad: Journal on Early Childhood. pengaruh project... doi.org/10.31004/aulad.v8i3.1224Pengaruh Project Based Learning pada Anak 4 14 Tahun Aulad Journal on Early Childhood pengaruh project doi 10 31004 aulad v8i3 1224
  3. Penerapan IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD | Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan... doi.org/10.33474/jp2m.v6i2.23749Penerapan IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan doi 10 33474 jp2m v6i2 23749
Read online
File size191.44 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test