IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena transformasi dan praktik hibriditas lembaga filantropi Islam di Indonesia dengan mengambil penelitian di Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) selama periode 2001-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kelembagaan. Pendekatan teori yang dipakai adalah hibriditas dari Homi K. Bhabha, cukup membantu dalam menjelaskan bagaimana lembaga filantropi Islam mempunyai peran di antara dua kutub nilai yaitu nilai Islam normatif dan nilai kemanusiaan global. Kajian teori ini juga mengggunakan model kritik kelembagaan Marie Juul Petersen dalam memahami integrasi, diferensiasi, dan dinamika kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKPU mengubah kelembagaan secara fundamental menjadi Human Initiative (HI) untuk mengambil peluang pasar kemanusiaan global, memperluas kerja-kerja kemanusiaan dan pengelolaan lembaga ala manajemen barat dengan menegosiasikan ulang identitas kelembagaannya dengan tetap berbasis spiritual tetapi profesional, Islamik tetapi universal dan dapat terhubung masyarakat global. PKPU juga membuat lembaga baru yaitu Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), dan Inisiatif Wakaf (IWakaf) untuk fokus menggarap potensi zakat dan wakaf umat muslim di Indonesia. Perubahan PKPU menunjukkan model pengembangan kelembagaan yang dinamis, sinergis, dan adaptif untuk melakukan ekspansi pasar, dan inovasi yang terus berkembang dalam kontribusi kemanusiaan dan pembangunan.

Model hibrid memiliki keunggulan strategis dalam menghadapi kompleksitas tantangan kemanusiaan dan pembangunan kontemporer.Namun, idealitas model ini bergantung pada konteks implementasinya.jika dilaksanakan dengan komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip Syariah dan partisipasi masyarakat lokal, model ini dapat sangat efektif dan berkelanjutan.Selain itu, hibriditas dapat menciptakan ketegangan internal dan kehilangan basis dukungan tradisional tanpa menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dan modern.Risiko hibriditas kelembagaan yang perlu diperhatikan adalah risiko fragmentasi identitas, risiko alienasi komunitas tradisional, risiko komersialisasi dan sekularisasi, serta risiko kompleksitas dan biaya operasional.Lembaga filantropi Islam di Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan strategis di masa depan, mulai dari kebutuhan digitalisasi layanan dan krisis kepercayaan publik hingga fragmentasi regulasi antara institusi negara dan non-negara.Lembaga-lembaga ini harus menyeimbangkan nilai-nilai spiritual Islam dengan tuntutan profesionalisme dan globalisasi.Untuk tetap relevan, lembaga filantropi Islam harus berevolusi dari sekadar distributor bantuan konsumen menjadi agen pemberdayaan sosial transformasional.Hal ini memerlukan inovasi kelembagaan, sinergi antara aktor, dan perbaruan tata kelola berdasarkan nilai-nilai maqashid sharia modern yang inklusif dan kontekstual yang dapat disesuaikan dengan mekanisme dan regulasi global.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh tentang strategi dan praktik hibriditas kelembagaan di berbagai organisasi filantropi Islam di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana organisasi-organisasi ini menavigasi tantangan dan peluang dalam konteks globalisasi dan perubahan sosial. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada dampak hibriditas kelembagaan terhadap keberlanjutan dan efektivitas organisasi dalam mencapai misi kemanusiaan dan pembangunan. Studi ini juga dapat menganalisis bagaimana organisasi-organisasi ini menyeimbangkan nilai-nilai Islam dengan praktik-praktik manajemen modern, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan komunitas lokal dan global. Penelitian komparatif ini akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang strategi dan tantangan yang dihadapi oleh organisasi filantropi Islam dalam konteks hibriditas kelembagaan.

  1. Pengaruh Konflik dan Alienasi Kaum Proletar terhadap Masyarakat Sudan dalam Novel “Al-Junqu Masamirul... doi.org/10.21154/3ydem940Pengaruh Konflik dan Alienasi Kaum Proletar terhadap Masyarakat Sudan dalam Novel AuAl Junqu Masamirul doi 10 21154 3ydem940
  2. Ibn Taymiyya's Sufism Education Model in Strengthening the Religious Moderation of Indonesian Society... doi.org/10.21154/al_tahrir.v24i1.6186Ibn Taymiyyas Sufism Education Model in Strengthening the Religious Moderation of Indonesian Society doi 10 21154 al tahrir v24i1 6186
  3. Changes of Local to Global Organizations at Pos Keadilan Peduli Ummat Human Initiative | Muslim | JHSS... doi.org/10.33751/jhss.v7i1.7389Changes of Local to Global Organizations at Pos Keadilan Peduli Ummat Human Initiative Muslim JHSS doi 10 33751 jhss v7i1 7389
  4. Faith matters: faith‐based organisations, civil society and international development - Clarke... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jid.1317Faith matters faithyAAAabased organisations civil society and international development Clarke onlinelibrary wiley doi 10 1002 jid 1317
Read online
File size582.8 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test