JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Latar Belakang: Strategi untuk meningkatkan cakupan dan deteksi TBC adalah melalui Penemuan Kasus Aktif (ACF) dengan pelatihan skrining TBC bagi kader kesehatan. Kader kesehatan yang terlatih dan memahami tanda serta gejala TBC diharapkan dapat membantu meningkatkan penemuan TBC di masyarakat dan mengurangi stigma TBC di komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membekali kader dengan keterampilan dasar skrining TBC dan membekali kader dalam mengimplementasikan manajemen Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).. Metode: Metode implementasi terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, pelatihan, aplikasi teknologi, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan diberikan 2 kali dengan pendampingan. Pelatihan pemahaman kader tentang TBC dan skrining TBC diikuti oleh 24 kader, dan pelatihan manajemen Posyandu ILP diikuti oleh 15 kader.. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader dengan metode ceramah dan modul (nilai p <0.001), serta terjadi peningkatan skor sebelum dan sesudah intervensi rata-rata 3,79 poin, dan ada peningkatan keterampilan kader dalam mengimplementasikan Posyandu ILP. Dalam pelaksanaan skrining TBC terintegrasi, Posyandu ILP diikuti secara antusias oleh 114 anggota masyarakat yang terdiri dari 39 bayi dan balita, serta 75 orang dewasa dan lansia.. Kesimpulan: Pembekalan kader kesehatan akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan skrining TBC terintegrasi dengan Posyandu ILP. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan melalui pelatihan berkelanjutan bagi kader kesehatan guna meningkatkan kapasitas skrining tuberkulosis terintegrasi di Posyandu ILP.

Pemberdayaan kader TBC melalui metode ceramah dan modul secara efektif meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan mereka dalam skrining TBC dasar dan manajemen Posyandu ILP.Peningkatan kapasitas kader ini diharapkan dapat membantu menemukan lebih banyak kasus TBC di masyarakat dan menghilangkan stigma negatif terkait penyakit tersebut.Untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan, disarankan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program pemberdayaan kader kesehatan ini secara konsisten dan berkesinambungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan melalui Posyandu ILP efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam skrining TBC. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan mendukung keberlanjutan program, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang penting. Pertama, perlu meneliti dampak jangka panjang model skrining TBC terpadu di Posyandu ILP terhadap penurunan angka kejadian TBC dan penghapusan stigma di masyarakat. Studi ini dapat melacak kasus TBC, tingkat keberhasilan pengobatan, serta perubahan persepsi komunitas selama beberapa tahun, memberikan bukti konkret tentang efektivitas program dalam skala waktu yang lebih luas. Kedua, mengingat kendala sumber daya, analisis biaya-efektivitas skrining TBC terpadu melalui Posyandu ILP sangat diperlukan. Penelitian ini dapat membandingkan investasi dengan manfaat seperti kasus TBC yang dicegah atau diobati, yang krusial bagi pengambil kebijakan untuk alokasi anggaran dan replikasi program efisien. Terakhir, karena keberhasilan program bergantung pada faktor pendukung, perlu dilakukan penelitian mendalam tentang model insentif dan sistem supervisi yang paling efektif bagi kader kesehatan. Ini mencakup eksplorasi berbagai bentuk penghargaan dan struktur pendampingan berkelanjutan, yang penemuannya dapat merancang sistem dukungan kader yang komprehensif agar peran mereka optimal dan berkelanjutan.

  1. Optimisation of Integrated Tuberculosis Screening by Health Cadres | Jurnal Empathy Pengabdian Kepada... doi.org/10.37341/jurnalempathy.v6i1.268Optimisation of Integrated Tuberculosis Screening by Health Cadres Jurnal Empathy Pengabdian Kepada doi 10 37341 jurnalempathy v6i1 268
Read online
File size488.41 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test