UNIMUSUNIMUS

Med-Com Empowerment JournalMed-Com Empowerment Journal

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program dari pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat membentuk manusia yang berkualitas dan dapat mengurangi kelahiran bayi serta kematian ibu. Ketidakseimbangan peran dalam keluarga terus berlanjut secara turun temurun karena informasi yang kurang tepat. Peserta Keluarga Berencana lebih didominasi oleh kalangan wanita. Pria pun memiliki kewajiban untuk berpartisipasi menyukseskan program ini. Strategi utama yang dilakukan adalah mendorong kepesertaan pria dalam memutuskan penggunaan alat kontrasepsi, aktif mendukung pelaksanaan Keluarga Berencana di masyarakat, serta ikut serta sebagai peserta KB, baik dengan menggunakan kondom maupun vasektomi. Pengetahuan tentang alat atau cara KB sudah umum di Indonesia, yaitu 99% wanita mengetahui paling sedikit satu jenis alat atau cara KB, sedangkan wanita menikah hampir 100% mengetahui paling sedikit satu jenis. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui pengetahuan tentang alat atau cara kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di wilayah kerja Puskesmas Limo. Metode penentuan prioritas masalah dilakukan dengan penilaian skoring menggunakan metode tabel Multiple Criteria Utility Assessment (MCUA). Nilai tertinggi diperoleh dari masalah kurangnya pemahaman terhadap penggunaan alat kontrasepsi (KB), dengan bobot 100 mendapatkan skor 4 kategori M3. Kesimpulannya, pemahaman mengenai alat kontrasepsi (KB) dapat ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan Keluarga Berencana. Penyuluhan tentang KB perlu dilakukan secara rutin di Kelurahan Limo agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai KB.

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya mengatur jumlah kehamilan untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu, bayi, ayah, dan keluarga secara keseluruhan.Program KB diterapkan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun.Pertumbuhan penduduk yang tinggi berdampak pada kerusakan lingkungan, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian jumlah penduduk dan pelestarian lingkungan guna menjaga kualitas hidup manusia di masa depan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas berbagai metode penyuluhan (seperti video, diskusi kelompok, atau media digital) dalam meningkatkan pemahaman Pasangan Usia Subur di wilayah perkotaan terhadap alat kontrasepsi, agar dapat diketahui pendekatan terbaik yang sesuai dengan konteks lokal. Kedua, sebaiknya dilakukan studi mengenai hambatan sosial dan budaya yang membuat partisipasi pria dalam program KB masih rendah, termasuk persepsi gender dan peran suami, agar dapat dirancang intervensi yang tepat sasaran untuk melibatkan laki-laki secara aktif. Ketiga, penting untuk meneliti dampak jangka panjang program penyuluhan KB terhadap angka kepesertaan aktif, khususnya dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD dan implan, serta bagaimana pendekatan berkelanjutan dapat memperkuat komitmen masyarakat terhadap Keluarga Berencana.

  1. Brazil - Perfil socioeconômico e demográfico e a capacidade funcional de idosos atendidos... scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1809-98232013000400727&lng=pt&tlng=ptBrazil Perfil socioeconymico e demogryfico e a capacidade funcional de idosos atendidos scielo br scielo php script sci arttext pid S1809 98232013000400727 lng pt tlng pt
  2. Brazil - Perfil socioeconômico e demográfico e a capacidade funcional de idosos atendidos... Doi.Org/10.1590/S1809-98232013000400007Brazil Perfil socioeconymico e demogryfico e a capacidade funcional de idosos atendidos Doi Org 10 1590 S1809 98232013000400007
Read online
File size478.86 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test