ITSCIENCEITSCIENCE

Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi ElektroElektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro

Cendekiawan muslim memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga kondisi perkembangan Islam dan mendidik umat Islam yang kokoh. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dibentuk pada tahun 1990 untuk menghimpun dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dalam rangka menggali referensi tentang perjalanan panjang pendidikan Islam dan kebangkitan cendikiawan muslim Indonesia (ICMI) serta fungsi cendikiawan muslim. Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa perkembangan pendidikan Islam di Indonesia telah berfungsi secara menyeluruh hingga ke pelosok tanah air, kontribusinya tidak diragukan lagi, disamping itu pendidikan Islam dan cendikiawan muslim telah melahirkan berbagai pemikiran di tengah-tengah masyarakat serta menjadi penyumbang pemikiran yang luas terkait dengan kehidupan dalam masyarakat Islam karena lahirnya ICMI) diantaranya ketidakpuasan masyarakat Islam terhadap gerakan Orde Baru, keinginan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan politik kebangsaan, dan perbedaan pendapat di kalangan cendekiawan muslim terhadap pembaharuan pemikiran keagamaan. (ICMI) menjadi wadah bagi para ulama untuk berkumpul dalam diskusi guna bertukar ide-ide cemerlang, memberi mereka akses untuk terlibat dalam pengambilan keputusan politik, meningkatkan pemikiran masyarakat tentang fungsi ulama, dan mengajak masyarakat untuk turut membangun negara. Dari kisah berdirinya (ICMI), kita dapat memetik pengalaman betapa urgennya ulama dalam membangun peradaban bangsa, berkolaborasi dalam pemerintahan, melestarikan ormas dalam kritik politik, dan terus menyegarkan tokoh agama Islam.

Penyelenggaraan pendidikan Islam sebelum lahirnya lembaga-lembaga pendidikan formal telah melahirkan berbagai tokoh yang tergolong sebagai ulama.Mereka berperan besar dalam membentuk fondasi intelektual Islam yang berpengaruh di tengah masyarakat.Seiring waktu, munculnya lembaga pendidikan Islam—seperti pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam—semakin memperkuat kontribusi pendidikan Islam dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam membina keimanan dan penguasaan ilmu pengetahuan secara seimbang.Kelahiran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada tahun 1990 menandai fase penting dalam peta perkembangan intelektual Muslim di Indonesia.Kehadirannya membawa dampak signifikan dalam konstelasi politik nasional.Sejak awal abad ke-20 hingga tahun 2000-an, gerakan intelektual Islam di Indonesia telah menunjukkan keragaman pemikiran yang responsif terhadap perubahan zaman.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai peran platform digital, seperti media sosial dan podcast, dalam menyebarkan pemikiran intelektual Muslim di Indonesia. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis jaringan sosial untuk mengukur dampak nyata para intelektual Muslim terhadap wacana publik. Kedua, penting untuk melakukan pembacaan ulang kurikulum pendidikan Islam melalui pendekatan hibridisasi antara khazanah klasik dan teori-teori kontemporer seperti post-sekularisme dan dekolonisasi pengetahuan. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan generasi intelektual Muslim yang relevan dengan tantangan zaman. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pemetaan hubungan antara aktor (cendekia), lembaga (pendidikan Islam), teks (pemikiran), dan platform digital dalam membentuk sirkulasi wacana intelektual Muslim di Indonesia secara lebih komprehensif.

  1. Pendidikan Islam dan Kebangkitan Cendekia Muslim Indonesia: Islamic Education and the Rise of Indonesian... jurnal.itscience.org/index.php/elektriese/article/view/6391Pendidikan Islam dan Kebangkitan Cendekia Muslim Indonesia Islamic Education and the Rise of Indonesian jurnal itscience index php elektriese article view 6391
Read online
File size352.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test