JURNALBKJURNALBK

EDUCATUM: Scientific Journal of EducationEDUCATUM: Scientific Journal of Education

Berdasarkan hasil observasi data awal, wasit yang tergabung dalam PERBASI Banyumas sejak tahun 2015 hingga saat ini belum pernah melakukan uji kebugaran jasmani (TKJI). Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian mengenai kebugaran jasmani dengan judul . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani wasit bola basket berlisensi C, B2, B1, dan A di PERBASI Karesidenan Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei. Sampel penelitian berjumlah 25 orang, terdiri dari 22 wasit laki-laki dan 3 wasit perempuan. Teknik pengukuran menggunakan bentuk tes TKJI sebagai uji kebugaran jasmani. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil perhitungan persentase, terdapat 1 wasit atau 4% yang memiliki kebugaran jasmani dalam kategori baik, 2 wasit atau 8% dalam kategori sedang, 6 wasit atau 24% dalam kategori kurang, dan 16 wasit atau 64% dalam kategori sangat kurang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat kebugaran jasmani wasit bola basket di PERBASI Karesidenan Banyumas dominan berada dalam kategori Kurang.

Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian mengenai profil tingkat kebugaran jasmani wasit bola basket PERBASI Banyumas, dapat disimpulkan bahwa dari 25 sampel wasit berlisensi C, B2, B1, dan A, tingkat kebugaran jasmaninya secara dominan berada dalam kategori Kurang.Hal ini terjadi karena banyak wasit yang mengabaikan pentingnya kebugaran jasmani, padahal faktor tersebut sangat berdampak terhadap kinerja wasit selama memimpin pertandingan.Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, kualitas kebugaran jasmani akan stagnan tanpa adanya peningkatan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat perkembangan kebugaran jasmani wasit bola basket Karesidenan Banyumas secara berkala selama minimal satu tahun, dengan mempertimbangkan frekuensi latihan fisik, usia, dan tingkat lisensi, agar dapat diketahui faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap peningkatan atau penurunan kondisi fisik mereka. Kedua, diperlukan penelitian tentang efektivitas program latihan fisik daring seperti Workout in Home terhadap pemeliharaan kebugaran jasmani wasit di daerah terpencil atau dengan akses terbatas ke fasilitas olahraga, untuk mengevaluasi apakah model latihan jarak jauh mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam konteks geografis dan sosial di wilayah Banyumas. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi komparatif antara wasit dari berbagai karesidenan di Jawa Tengah untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pelatihan fisik dan pengelolaan kebugaran, sehingga dapat dirumuskan model pembinaan wasit yang lebih terstruktur dan efektif secara regional.

  1. Development Time Signal Violation Learning Video for Basic Basketball Referee | Pratama | Budapest International... doi.org/10.33258/birle.v2i4.669Development Time Signal Violation Learning Video for Basic Basketball Referee Pratama Budapest International doi 10 33258 birle v2i4 669
Read online
File size439.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test