DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cyberbullying di kalangan mahasiswa serta mengkaji dampaknya dalam perspektif maqāṣid al-syarīah. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang, serta pendekatan kualitatif melalui analisis normatif terhadap literatur Islam. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48% responden pernah menjadi korban cyberbullying, 80% pernah menyaksikan, dan 32% mengaku pernah menjadi pelaku. Bentuk yang paling dominan adalah body shaming dan flaming. Faktor utama penyebab adalah normalisasi lingkungan, pelampiasan masalah pribadi, dan motivasi untuk memperoleh kekuasaan dan perhatian. Dampak yang ditimbulkan meliputi gangguan kesehatan mental, penurunan performa akademik, kehilangan kepercayaan diri, gangguan sosial, dan trauma psikologis. Dalam perspektif maqāṣid al-syarīah, cyberbullying terbukti melanggar lima prinsip utama: ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-aql, ḥifẓ al-nasl, dan ḥifẓ al-māl.

Cyberbullying merupakan fenomena serius di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, dengan hampir separuh responden (48%) mengaku pernah mengalaminya dan 80% pernah menyaksikannya.Bentuk yang paling dominan adalah body shamming online dan flaming, dengan penyebab utama berupa lingkungan yang menormalisasi bullying serta pelampiasan masalah pribadi, dan tujuan utamanya adalah untuk merasa berkuasa dan mencari perhatian.Dampak cyberbullying mencakup gangguan kesehatan mental, penurunan prestasi akademik, kehilangan kepercayaan diri, dan penarikan diri sosial.Dalam perspektif maqāṣid al-syarīah, cyberbullying terbukti bertentangan dengan lima tujuan utama syariah, sehingga diperlukan upaya preventif dan edukatif berbasis nilai maqāṣid al-syarīah untuk membangun kesadaran etika digital di kalangan mahasiswa.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran media sosial lokal dalam memediasi persepsi mahasiswa terhadap cyberbullying, menanyakan: “Bagaimana platform media sosial yang paling sering digunakan oleh mahasiswa memengaruhi persepsi dan reaksi mereka terhadap perundungan digital? Selain itu, studi longitudinal dapat menganalisis perubahan perilaku dan dampak psikologis mahasiswa seiring waktu setelah intervensi berbasis nilai maqāṣid al-syarīah, dengan menanyakan: “Apakah program edukasi berbasis nilai Islam dapat mengurangi tingkat cyberbullying dan dampak negatifnya pada kesehatan mental mahasiswa? Akhirnya, penelitian komparatif dapat membandingkan efektivitas pendekatan normatif tradisional dan pendekatan teknologi digital (misalnya filter dan algoritma moderasi) dalam mengurangi kasus cyberbullying, menanyakan: “Apakah kombinasi intervensi normatif dan teknologi lebih efektif dalam mengurangi insiden cyberbullying dibandingkan masing‑masing?.

  1. Dampak Cyberbullying di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Maqasid Syariah | Journal of Sharia and Legal... doi.org/10.61994/jsls.v4i1.1405Dampak Cyberbullying di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Maqasid Syariah Journal of Sharia and Legal doi 10 61994 jsls v4i1 1405
  2. From Maqāṣid Shariah to Policy An Epistemological Framework for Ethical, Holistic, and Sustainable... jurnal.ut.ac.id/index.php/elqish/article/view/13308From MaqAid Shariah to Policy An Epistemological Framework for Ethical Holistic and Sustainable jurnal ut ac index php elqish article view 13308
  3. REHABILITATION SANCTIONS AGAINST THE NARCOTICS USER ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF MAQASHID SHARIAH... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Nurani/article/view/6926REHABILITATION SANCTIONS AGAINST THE NARCOTICS USER ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF MAQASHID SHARIAH jurnal radenfatah ac index php Nurani article view 6926
Read online
File size365.87 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test