UIN BANTENUIN BANTEN

Dedikasi: Jurnal Pengabdian MasyarakatDedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada optimalisasi pemahaman Qasidah Burdah Al‑Bushiri untuk meningkatkan praktik keagamaan di kalangan komunitas Kampung Malaysia Raya, Kuala Lumpur, Malaysia. Program ini bertujuan memperdalam pemahaman religius, literasi sastra Arab, serta melestarikan budaya Islam Melayu melalui pengenalan, kajian, dan apresiasi kontekstual Qasidah Burdah sebagai warisan sastra Islam klasik. Dengan pendekatan partisipatif dan reflektif‑spiritual, program melibatkan keterlibatan langsung komunitas wanita setempat untuk bersama‑sama membaca, menafsirkan, dan menginternalisasi pesan spiritual Qasidah Burdah. Inisiatif ini juga berfungsi sebagai penerapan pengetahuan bahasa dan sastra Arab di luar ranah teori, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik dan budaya antara Indonesia dan Malaysia. Hasil yang diharapkan meliputi penguatan praktik keagamaan, identitas budaya, dan solidaritas komunitas dalam menghadapi tekanan urbanisasi dan modernisasi yang cepat di Kuala Lumpur.

Artikel berbasis Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menegaskan bahwa optimalisasi pemahaman terhadap Qasidah Burdah karya Imam al‑Busiri memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas praktik keagamaan sekaligus merevitalisasi nilai‑nilai kekerabatan tradisional dalam masyarakat urban seperti Kampung Malaysia Raya di Kuala Lumpur.Melalui pendekatan analisis wacana, ditemukan bahwa pemaknaan yang lebih mendalam terhadap kandungan spiritual, estetika, dan etika dalam Burdah mampu menggeser praktik keagamaan dari sekadar ritual menuju pengalaman religius yang lebih reflektif dan individualistik, bermakna.Dalam konteks kehidupan metropolitan yang cenderung reinterpretasi teks keagamaan terbukti menjadi sarana efektif dalam menghidupkan kembali dimensi komunal melalui praktik salawatan sebagai ruang interaksi sosial dan spiritual.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki (1) bagaimana penggunaan media digital memengaruhi proses pembelajaran Qasidah Burdah di kalangan generasi muda di perkotaan Malaysia, dengan menguji efektivitas aplikasi mobile versus metode tatap muka; (2) perbandingan dampak program optimalisasi Qasidah Burdah antara kelompok perempuan dan laki‑laki di beberapa kampung tradisional, untuk menilai perbedaan partisipasi, pemahaman, dan perubahan praktik keagamaan; serta (3) studi longitudinal yang melacak keberlanjutan perubahan perilaku religius peserta selama setidaknya satu tahun pasca‑intervensi, guna mengevaluasi faktor‑faktor yang mendukung atau menghambat penerapan pengetahuan yang diperoleh. Ketiga arah kajian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang strategi edukasi keagamaan yang adaptif terhadap dinamika urbanisasi, serta memberikan dasar empiris bagi kebijakan program pengabdian masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran kolaborasi antar universitas Indonesia‑Malaysia dalam mengembangkan modul pembelajaran interkultural yang memperkuat identitas bersama.

Read online
File size655.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test