IAINGAWIIAINGAWI

Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahJurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan perubahan kehidupan dalam bermasyarakat mengakibatkan penurunan sikap sensitivitas sosial masyarakatnya khususnya dikalangan siswa pada tingkatan pendidikan dasar. Sejalan dengan amanat dari pembelajaran berupa pencapaian kompetensi yang dibutuhkan di era 21 tahun, mendorong terjadinya perubahan dalam proses pembelajaran. Mengembangkan kemampuan soft skills siswa yang dipadukan dengan metode CTL diperkirakan dapat menjawab permasalahan yang muncul terkait sensitivitas sosial di kalangan siswa khususnya pada siswa kelas V SD Cendekia Kabupaten Purwakarta. Tujuan penelitian ini adalah dipandang perlu untuk dilakukan penelitian guna mengukur tingkat sensitivitas sosial siswa melalui metode pembelajaran CTL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang pengumpulan datanya menggunakan instrumen berupa skala Likert untuk mengukur tingkat sensitivitas sosial siswa yang sebelumnya telah diberikan treatment menggunakan CTL di proses pembelajaran serta data observasi dan dokumentasi yang dilakukan pada pra dan pasca treatment, dan wawancara untuk memperoleh data awal sebagai deskripsi sebelum penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran CTL 82% siswa kelas VI memiliki tingkat sensitivitas sosial tinggi, setelah pembelajaran CTL 87% siswa kelas V memiliki tingkat sensitivitas sosial sangat tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) secara signifikan meningkatkan tingkat kesadaran sensitivitas sosial siswa sekolah dasar, mencapai 87%.Peningkatan ini mencerminkan efektivitas CTL dalam mengembangkan soft skills dan kecerdasan interpersonal.Metode ini dapat dianggap sebagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan lebih luas dalam pendidikan dasar.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang penerapan CTL terhadap perkembangan sosial siswa, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan sensitivitas sosial dapat bertahan seiring waktu. Kedua, meneliti variasi implementasi CTL di berbagai konteks sekolah, termasuk tingkat kelas dan latar belakang budaya, agar dapat difasilitasi adaptasi metode yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa. Ketiga, melakukan eksperimen dengan peran guru di dalam proses CTL, misalnya melalui pelatihan khusus bagi guru tentang teknik scaffolding sosial, untuk menilai bagaimana peran pendidik memoderasi transfer pengetahuan interaksi sosial ke dalam praktik pembelajaran. Riset ke‑empat dapat mengkorelasikan keterlibatan guru dengan hasil sensitivitas sosial siswa, sehingga memetakan hubungan sebab‑akibat yang dapat mendukung pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih efektif. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memperluas pemahaman tentang optimalisasi CTL penerapan di lingkup pendidikan dasar dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan dinamika sosial siswa yang beragam.

Read online
File size736.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test