UMBARRUUMBARRU
JELITAJELITAArtikel penelitian ini menyelidiki berbagai strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam program pembelajaran English for Specific Purposes (ESP) di Indonesia, dengan fokus pada program studi Sosial dan Sains. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk melakukan wawancara mendalam dengan 25 guru bahasa Inggris, bertujuan untuk menyelidiki dan membandingkan pendekatan pedagogis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan linguistik dan kontekstual yang unik dari dua disiplin akademik ini. Melalui sampling purposive, guru bahasa Inggris dari kedua program studi Sosial dan Sains berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur, memberikan wawasan yang kaya tentang metode pengajaran mereka. Analisis kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan tren, kesamaan, dan perbedaan dalam strategi yang digunakan, memberikan pemahaman mendalam tentang kompleksitas metode pengajaran ESP. Temuan mengungkapkan penerangan tentang strategi spesifik yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam program studi Sosial dan Sains, menunjukkan bagaimana strategi ini dibentuk oleh kompleksitas kurikulum dan latar belakang pembelajar. Studi perbandingan ini menekankan signifikansi teknik pedagogis yang disesuaikan dengan konteks individu dan berfungsi sebagai dasar untuk membuat keputusan yang terinformasi dengan baik dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan guru. Penelitian ini memiliki implikasi yang lebih luas untuk meningkatkan program pembelajaran English for Specific Purposes (ESP) di Indonesia dan menambah diskusi berkelanjutan tentang pengajaran bahasa yang efektif. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi yang bermanfaat untuk pendidik, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran bahasa di lingkungan ESP.
Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah strategi pengajaran adalah bagian yang sangat penting dalam pendidikan tinggi dengan berbagai karakteristik siswa.Dalam hal topik, guru bahasa Inggris di pendidikan tinggi lebih suka menghubungkan materi dengan latar belakang studi program siswa yang spesifik.Untuk mahasiswa kedokteran, guru cenderung menggunakan materi yang terkait dengan kehidupan medis, seperti operasi medis.Sementara itu, topik dalam siswa ekonomi juga spesifik untuk kehidupan ekonomi, seperti kehidupan seorang bankir, bursa saham, dll.Dalam hal ini, buku teks English for Specific Purposes (ESP) dapat menjadi pilihan untuk masa depan karena banyak siswa dengan latar belakang studi program yang berbeda.Buku teks perlu dibuat berdasarkan analisis kebutuhan siswa dari program studi yang berbeda.Siswa dengan program studi yang berbeda akan memiliki karakteristik dan kebutuhan khusus mereka sendiri.Mendiskusikan topik spesifik yang terkait dengan tempat kerja atau kewirausahaan cocok untuk mengajar siswa di kedua fakultas, karena fokus mereka sudah ditetapkan terutama terkait dengan karier masa depan mereka.Siswa dengan tingkat profisiensi bahasa Inggris tinggi cenderung diberikan aktivitas menantang, seperti Public Speaking, Academic Writing, dan Door to Door Campaign.Di sisi lain, siswa dengan profisiensi rendah akan lebih efektif dengan aktivitas menyenangkan, seperti permainan dan peran bermain.Pada tingkat profisiensi bahasa Inggris yang rendah, guru lebih bersemangat untuk melakukan beberapa aktivitas yang memicu motivasi mereka untuk mencintai pembelajaran bahasa Inggris, seperti permainan, diskusi film, dll.Jenis aktivitas ini juga penting untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.Guru masih percaya bahwa L1 masih perlu digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris.Namun, frekuensi penggunaan tergantung pada karakteristik siswa.
Berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dikembangkan materi pembelajaran bahasa Inggris untuk ESP yang berfokus pada teknologi dan keterampilan abad ke-21. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki strategi pengajaran yang efektif dalam konteks ESP, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan siswa yang beragam. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam pengajaran ESP, terutama dalam memanfaatkan perangkat multimedia untuk membuat proses pendidikan dinamis dan menarik perhatian siswa terhadap topik pelajaran dan bahasa Inggris secara keseluruhan.
- Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature. challenges distance learning esp... doi.org/10.33603/6NPWDW23Academic Journal Perspective Education Language and Literature challenges distance learning esp doi 10 33603 6NPWDW23
- Students’ Perceptions of the Most and the Least Motivating Teaching Strategies in ESP Classes.... doi.org/10.30466/IJLTR.2021.120980StudentsAo Perceptions of the Most and the Least Motivating Teaching Strategies in ESP Classes doi 10 30466 IJLTR 2021 120980
| File size | 545.79 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UKRIMUKRIM Artikel ini juga menjelaskan cara inovatif AI dalam meningkatkan kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Artikel ini menyajikan studi kasus pendidikanArtikel ini juga menjelaskan cara inovatif AI dalam meningkatkan kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Artikel ini menyajikan studi kasus pendidikan
STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM Dengan hasil demikian, Penelitian Tindakan Kelas ini dapat disimpulkan berhasil dan telah terjadi peningkatan prestasi/hasil belajar siswa dengan menggunakanDengan hasil demikian, Penelitian Tindakan Kelas ini dapat disimpulkan berhasil dan telah terjadi peningkatan prestasi/hasil belajar siswa dengan menggunakan
UNZAHUNZAH Data diperoleh melalui dua tahap, yaitu Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan enam mahasiswa perwakilan dari masing‑masing program studi (TadrisData diperoleh melalui dua tahap, yaitu Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan enam mahasiswa perwakilan dari masing‑masing program studi (Tadris
IAI TABAHIAI TABAH Miftahul Huda Depok menunjukkan bahwa minimnya penyelesaian mata pelajaran bahasa Arab KKM 60 di kalangan siswa menyebabkan rendahnya hasil belajar bahasaMiftahul Huda Depok menunjukkan bahwa minimnya penyelesaian mata pelajaran bahasa Arab KKM 60 di kalangan siswa menyebabkan rendahnya hasil belajar bahasa
UPIUPI Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden. Kecemasan cenderungSelain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden. Kecemasan cenderung
UPIUPI Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam pengenalan kanji, pemahaman tata bahasa tingkat menengah, dan kemampuanTemuan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam pengenalan kanji, pemahaman tata bahasa tingkat menengah, dan kemampuan
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Tantangan-tantangan ini diperparah dengan faktor psikologis seperti kecemasan dan keraguan diri. Untuk mengatasi hambatan ini, mahasiswa menggunakan berbagaiTantangan-tantangan ini diperparah dengan faktor psikologis seperti kecemasan dan keraguan diri. Untuk mengatasi hambatan ini, mahasiswa menggunakan berbagai
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Skor rata-rata kelas pada siklus satu adalah 61,77% dengan persentase 31,81%. Nilai rata-rata pada siklus dua adalah 71,59% dengan persentase 77,27%. DanSkor rata-rata kelas pada siklus satu adalah 61,77% dengan persentase 31,81%. Nilai rata-rata pada siklus dua adalah 71,59% dengan persentase 77,27%. Dan
Useful /
UMBARRUUMBARRU Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi analisis ekokritik komparatif antara karya Lewis dan penulis fantasi lainnya atau menyelidiki respons pembacaPenelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi analisis ekokritik komparatif antara karya Lewis dan penulis fantasi lainnya atau menyelidiki respons pembaca
UMBARRUUMBARRU awal kelas untuk memeriksa pemahaman sebelumnya, tengah kelas untuk menguji pemahaman materi dan menarik perhatian siswa, serta akhir kelas untuk menilaiawal kelas untuk memeriksa pemahaman sebelumnya, tengah kelas untuk menguji pemahaman materi dan menarik perhatian siswa, serta akhir kelas untuk menilai
UMBARRUUMBARRU Sampel penelitian terdiri dari 21 siswa kelas VII SMPN 19 Barru. Hasil menunjukkan rata‑rata nilai pre‑test sebesar 55,00 meningkat signifikan menjadiSampel penelitian terdiri dari 21 siswa kelas VII SMPN 19 Barru. Hasil menunjukkan rata‑rata nilai pre‑test sebesar 55,00 meningkat signifikan menjadi
UMBARRUUMBARRU Kategori sulit adalah 1 item, kategori sedang adalah 8 item, dan kategori mudah adalah 1 item. Fungsi distraktor sangat baik adalah 70%, kategori baikKategori sulit adalah 1 item, kategori sedang adalah 8 item, dan kategori mudah adalah 1 item. Fungsi distraktor sangat baik adalah 70%, kategori baik