STAISERDANGLUBUKPAKAMSTAISERDANGLUBUKPAKAM

Quality: Journal Of Islamic StudiesQuality: Journal Of Islamic Studies

Penelitian jenis penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek diambil dari siswa kelas X Madrasah Aliyah Pantai Cermin sebanyak 30 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Respon siswa terhadap strategi pembelajaran Operant Conditioning, 2) Hasil belajar siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran Operant Conditioning. Hasil penelitian ini berupaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih materi Qurban. Pada pelaksanaan Pre Test dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat ketuntasan hanya sebanyak 11 orang (36,66%) dengan nilai rata‑rata 59,67. Pada siklus I siswa yang mendapat ketuntasan sebanyak 18 orang (60%) dengan nilai rata‑rata 64,7. Sedangkan pada siklus II siswa yang mendapat ketuntasan mengalami peningkatan yaitu sebanyak 25 orang (83,33%) dengan nilai rata‑rata 75. Dengan hasil demikian, Penelitian Tindakan Kelas ini dapat disimpulkan berhasil dan telah terjadi peningkatan prestasi/hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran Operant Conditioning pada mata pelajaran Fiqih dengan materi Qurban di kelas X Madrasah Aliyah Pantai Cermin.

Penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan strategi Operant Conditioning pada materi Qurban, rata‑rata nilai kelas sebesar 59,67 dengan ketuntasan 36,66 %.Setelah dua siklus penerapan, rata‑rata nilai meningkat menjadi 64,7 pada siklus I (ketuntasan 60 %) dan 75 pada siklus II (ketuntasan 83,33 %).Selain peningkatan nilai, keaktifan siswa juga meningkat dari skor 64,28 pada siklus I menjadi 78,57 pada siklus II, menandakan keberhasilan strategi tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh penggabungan strategi Operant Conditioning dengan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi gamifikasi, terhadap motivasi dan pemahaman materi Fikih Qurban pada siswa kelas X. Selain itu, diperlukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas Operant Conditioning dengan strategi pembelajaran aktif lainnya, misalnya pembelajaran kooperatif, untuk menentukan pendekatan paling optimal dalam meningkatkan prestasi belajar. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti retensi jangka panjang pengetahuan Qurban setelah penggunaan Operant Conditioning, dengan melakukan evaluasi kembali pada akhir tahun ajaran atau pada kelas yang lebih tinggi, guna menilai keberlanjutan manfaat strategi tersebut.

Read online
File size327.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test