LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

Perkembangan teknologi di era milenial saat ini memang tidak bisa kita hindari. Namun sebagai generasi muda, kita dituntut agar pandai memilih dan memilah serta mencerna budaya asing yang masuk, mana yang baik, dan mana yang tidak baik untuk diterima. Khususnya kearifan lokal yang berkaitan dengan teknologi serta seluk-beluknya, yang harus tetap dirawat dan dilestarikan, bahkan kalau bisa dikembangkan tanpa menghilangkan keasliannya. Teknologi yang canggih memacu kita menuju kebudayaan industri. Tetapi, dari sekian banyak suku bangsa di Indonesia, masih terdapat beberapa suku bangsa yang tetap bersikukuh mempertahankan budaya tradisional dan adat istiadat, serta tradisinya. Salah satunya masyarakat adat Kampung Naga, yang tinggal di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Teknologi tradisional yang masih tersimpan dan digunakan oleh masyarakat adat Kampung Naga ditelusuri dan dikaji melalui metode penelitian deskriptif analisis, serta metode kajian hermeneutik, sosiologis, antropologis, dan kajian budaya. Diharapkan mampu mengungkap beragam teknologi tradisional yang ada di Kampung Naga dari berbagai alat, fungsi, dan makna yang terkandung di dalamnya, sesuai dengan adat dan tradisinya.

Walaupun teknologi modern mendorong masyarakat menuju kebudayaan industri, masyarakat adat Kampung Naga tetap mempertahankan tradisi dan adat istiadatnya.Penelitian menunjukkan bahwa teknologi tradisional yang masih dipakai meliputi peralatan dapur, fungsi kosmologis, dan tata ruang rumah sesuai aturan adat.Karena itu, mereka hidup secara sederhana, aman, dan damai meskipun di era teknologi milenial.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana kebijakan pembatasan penggunaan teknologi modern mempengaruhi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kampung Naga, misalnya dengan membandingkan dampak ekologis antara peralatan tradisional dan alternatif berteknologi rendah. Selanjutnya, studi komparatif antara kampung adat lain di wilayah Sunda dapat dilakukan untuk memahami variasi fungsi dan makna teknologi tradisional serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelestariannya. Terakhir, eksplorasi penerapan energi terbarukan seperti panel surya yang disesuaikan dengan nilai adat dapat diteliti untuk menilai peluang integrasi teknologi modern yang tetap menghormati tradisi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup tanpa mengubah struktur sosial dan kosmologis masyarakat.

Read online
File size855.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test