POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan MakassarMedia Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bersifat kronis, dapat menyerang berbagai organ seperti paru-paru, tulang, selaput otak, selaput perut, usus, kelenjar getah bening, bahkan saluran kemih. World Health Organization (WHO) memperkirakan TBC menyebabkan kematian sebanyak 1,4 juta orang di dunia dan sekitar 5,6 juta laki-laki, 3,2 juta perempuan sama dengan 130 kasus per 100.000 jiwa per tahun 2019. Penularan TBC umumnya terjadi melalui udara. Ketika penderita TBC aktif memercikkan lendir atau dahak saat batuk atau bersin, bakteri TBC akan ikut keluar melalui lendir tersebut dan terbawa ke udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pemeriksaan TCM kontak erat pada pasien Tuberkulosis paru di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian ini dilakukan di RSUD. Chasan Boesorie Kota Ternate, data penelitian ini diperoleh dari data primer dengan menggunakan metode deskriftif observasional dengan desain studi Cross Sectional dengan teknik purposive sampling pada 10 pasien yang terkonfirmasi positif TBC pada TCM.dengan melakukan pemeriksaan TCM terhadap kontak erat serumah didapatkan 23 kontak dari 10 Pasien TBC. Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil positif TBC sebanyak 4% pada pemeriksaan TCM dari 23 kontak erat pasien TBC di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Ditemukan 1 orang kontak erat TBC positif menderita tuberculosis.

Berdasarkan hasil penelitian terdapat hasil pemeriksaan TCM positif TBC sebanyak 4% dari 23 kontak erat pasien TBC di RSUD dr.Tidak semua kontak erat dengan pasien TBC akan tertular TBC, kondisi fisiologis, lingkungan sangat mempengaruhi penularan TBC pada kontak erat pasien TB.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada kontak erat, penularan Tuberkulosis (TBC) tidak selalu terjadi, dan faktor fisiologis serta lingkungan sangat berpengaruh. Untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan upaya pencegahan TBC, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, diperlukan studi intervensi yang mengevaluasi efektivitas program edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan untuk kontak erat pasien TBC. Penelitian ini dapat mengukur sejauh mana peningkatan kesadaran tentang pentingnya penggunaan masker, menjaga kebersihan, dan faktor risiko lainnya dapat secara signifikan mengurangi angka penularan TBC di lingkungan rumah. Pertanyaan penelitian dapat berpusat pada: Bagaimana program edukasi berbasis komunitas yang menargetkan perilaku preventif dapat memengaruhi insiden TBC pada kontak erat? Kedua, mengingat hanya sebagian kecil kontak erat yang positif TBC aktif, studi kohort longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi prediktor spesifik progresivitas infeksi laten TBC (ILTB) menjadi TBC aktif. Penelitian ini bisa meliputi analisis mendalam terhadap faktor genetik, imunologis (misalnya, respons imun terhadap M. tuberculosis), mikrobiota, dan stres oksidatif pada kontak erat yang awalnya negatif namun berisiko tinggi. Hal ini akan membantu dalam mengembangkan strategi skrining dan intervensi yang lebih personal. Ketiga, mengingat perbedaan metode diagnostik seperti TCM dan BTA, studi komparatif yang menganalisis efektivitas biaya (cost-effectiveness) dari berbagai modalitas skrining pada investigasi kontak TBC di berbagai pengaturan layanan kesehatan sangat relevan. Penelitian ini dapat mempertimbangkan tidak hanya biaya langsung tes, tetapi juga implikasi terhadap waktu diagnosis, inisiasi pengobatan, dan dampak jangka panjang pada beban penyakit. Ini akan membantu pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk program pengendalian TBC, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan yang ada dan menyediakan bukti empiris untuk intervensi kesehatan masyarakat yang lebih efektif.

  1. Vol. 19 No. 2 (2024): Media Kesehatan | Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. vol kesehatan... doi.org/10.32382/medkes.v19i2Vol 19 No 2 2024 Media Kesehatan Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar vol kesehatan doi 10 32382 medkes v19i2
Read online
File size210.97 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test