AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Supervisi kepala ruangan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan tugasnya di rumah sakit. Supervisi ialah melakukan pengamatan secara langsung dan berkala oleh atasan terhadap pekerjaan yang dilakukan bawahan untuk kemudian bila ditemukan masalah, segera diberikan bantuan yang bersifat langsung guna mengatasinya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan pelaksanaan five moments hand hygiene perawat di Ruang ICU RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Metode: menggunakan desain penelitian korelasi untuk melihat hungan antara variabel yang diteliti. Sampel yang digunakan sebanyak 38 orang pasien. Hasil penelitian: variabel supervisi kepala ruangan dominan baik yakni sebanyak 19 orang pasien (50,0%) dan variabel pelaksanaan five moment hand hygiene dominan tidak dilaksanakan yakni sebanyak 33 orang pasien (86,8%). Berdasarkan hasil hasil uji statistik didapatkan nilai P value < ∝ (0,05) yakni 0,002 artinya ada hubungan yang signifikan antara supervise langsung dengan pelaksanaan five moment hand hygiene. Lebih lanjut, hasil uji statistik menunjukkan nilai P value < ∝ (0,05), yakni 0,002, artinya ada hubungan yang signifikan antara supervisi tidak langsung dengan variabel pelaksanaan five moment hand hygiene. Manajemen rumah sakit perlu melakukan sosialisasi cuci tangan untuk mencegah terjadinya infeksi nosocomial.

Tgk Chik Di Tiro termasuk pada kategori baik yaitu sebanyak 30 responden (78,9%). 2.Supervisi tidak langsung kepala ruangan ICU RSUD.Tgk Chik Di Tiro termasuk pada kategori baik yaitu sebanyak 33 responden (86,8%). 3.Pelaksanaan five moment hand hygiene perawat masih rendah yakni sebanyak 28 responden (73,6%).Ada hubungan antara supervisi langsung kepala ruangan dengan pelaksanaan five moments hand hygiene perawat dengan nilai p-value > dari nilai alpha (0,05) yakni sebesar 0,002. 5.Ada hubungan antara supervisi tidak langsung kepala ruangan dengan pelaksanaan five moments hand hygiene perawat dengan nilai p-value > dari nilai alpha (0,05) yakni sebesar 0,002.

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas sosialisasi cuci tangan yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit dalam mencegah infeksi nosokomial. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan five moments hand hygiene, seperti pengetahuan, sikap, dan budaya organisasi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi peran kepala ruangan dalam meningkatkan kepatuhan perawat dalam melakukan five moments hand hygiene, termasuk strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas supervisi.

  1. HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KEPUASAN PERAWAT PELAKSANA DI RSUD LIUNKENDAGE TAHUNA | e-NERS.... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eners/article/view/1763HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KEPUASAN PERAWAT PELAKSANA DI RSUD LIUNKENDAGE TAHUNA e NERS ejournal unsrat ac index php eners article view 1763
  2. Article | KnE Open. article kne open life sciences issn latest conference proceedings medicine pharmacology... kneopen.com/kne-life/article/view/8660Article KnE Open article kne open life sciences issn latest conference proceedings medicine pharmacology kneopen kne life article view 8660
Read online
File size227.66 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test