UnijoyoUnijoyo

Personifikasi: Jurnal Ilmu PsikologiPersonifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi narapidana wanita RUTAN Kelas IIB Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif pada masing-masing subjek yang telah ditentukan berdasarkan purposive sampling, dengan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur. Subjek dalam penelitian ini narapidana wanita dengan kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian dan kasus pembunuhan. Narapidana wanita mengalami konflik yang bersumber dari dalam RUTAN maupun yang bersumber dari luar RUTAN, sehingga mengakibatkan perasaan sedih, menyesal, tertekan, bahkan merasa tidak di inginkan lagi dan mengalami keterpurukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa narapidana wanita mampu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi yang mana permasalahan tersebut dapat mengakibatkan keterpurukan dan penderitaan sehari-hari. Kemampuan yang dimiliki narapidana wanita merupakan kemampuan melakukan resiliensi. Untuk mencapai kemampuan resiliensi narapidana wanita juga melewati ketujuh dimensi yaitu: narapidana wanita mampu meregulasi emosi negatif yang dimiliki menjadi kegiatan yang positif, impuls kontrol narapidana wanita mampu menahan keinginan yang timbul dari dalam dirinya, narapidana wanita memiliki perasaan optimis untuk melewati hukumannya di dalam RUTAN dan setelah keluar dari RUTAN, clausal analys yakni narapidana wanita mampu untuk menganalisa penyebab permasalahannya baik yang menyebabkan narapidana masuk RUTAN dan selama menjalani hukuman di dalam RUTAN, narapidana wanita mampu berempati terhadap sesama narapidana dan mampu berempati terhadap keluarga yang di tinggalkan, self efficacy narapidana memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan berbagai cara yang dilakukan, reaching out narapidana wanita mampu untuk mengambil aspek positif atau mengambil hikmah dari permasalahan yang dihadapi. Selain ketujuh dimensi tersebut narapidana wanita untuk mendukung kemampuan untuk resiliensi juga didukung oleh ketiga faktor yaitu: individu, keluarga, lingkungan. Sehingga setiap subjek mampu mencapai resiliensi dan mengubah keadaan lebih baik dari sebelumnya, serta dapat mengambil hikmah dari kejadian yang dialami.

Penelitian ini menemukan bahwa narapidana wanita di RUTAN Kelas IIB Bangkalan memiliki konflik yang bersumber dari dalam dan luar RUTAN, namun mampu mengatasi permasalahan tersebut dan bangkit dari keterpurukan.Narapidana wanita menunjukkan kemampuan resiliensi dengan melewati tujuh dimensi, yaitu regulasi emosi, impuls kontrol, optimisme, analisis kausal, empati, self-efficacy, dan reaching out, serta didukung oleh faktor individu, keluarga, dan lingkungan.Kemampuan ini memungkinkan narapidana untuk menerima keadaan, mengambil hikmah dari pengalaman, dan memiliki harapan untuk masa depan setelah keluar dari RUTAN.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut mengenai resiliensi narapidana wanita. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam strategi koping spesifik yang digunakan oleh narapidana wanita dalam menghadapi tekanan psikologis di dalam RUTAN, termasuk efektivitas intervensi berbasis spiritualitas atau kelompok dukungan sebaya. Kedua, penting untuk meneliti peran keluarga dan lingkungan sosial dalam proses resiliensi narapidana wanita setelah mereka kembali ke masyarakat, termasuk tantangan stigma dan diskriminasi yang mungkin mereka hadapi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program rehabilitasi yang lebih komprehensif di RUTAN, yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pemulihan psikologis, peningkatan keterampilan, dan persiapan reintegrasi sosial, dengan mempertimbangkan kebutuhan unik narapidana wanita dan potensi mereka untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.

Read online
File size404.96 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test