YALAMQAYALAMQA

Al-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan SainsAl-Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik dan Sains

Kerapu macan merupakan salah satu jenis ikan yang habitatnya di perairan khususnya perairan berkarang dengan kedalaman perairan sekitar 0,5-3 cm (muda) dan 7-40 cm (dewasa) dari permukaan. Kerapu macan ditangkap dengan pancing dasar dan jarring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter pertumbuhan mengenai pola pertumbuhan dan faktor kondisi, dan untuk mengetahui parameter biologi reproduksi mengenai gonad, telur dan fecunditas ikan kerapu macan. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dependen yang dilaksanakan di perairan Labangka Kabupaten Sumbawa. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil pengolahan data menunjukkan LWR (length weight relationship) berpola positif (ln W = -a b ln L) dan pola pertumbuhan Hiper-allometric (b>3) dengan nilai b = 3,6. Sedangkan nilai faktor kondisi yaitu K rerata = 1.41 dimana nilai K yang didapat menunjukkan bahwa tubuh ikan kerapu di Labangka kurang pipih dan berdaging serta masih dalam masa pertumbuhan. Hasil pengolahan data fecunditas menghasilkan telur sebanyak 675.073,34 butir/gonad dengan berat gonad 30 g, panjang gonad 8,8 cm dan berat induk ikan 489 g serta panjang 29,8 cm.

Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa LWR ikan kerapu macan berpola positif dan pola pertumbuhan Hiper-allometric.Faktor kondisi menunjukkan bahwa tubuh ikan kerapu di Labangka kurang pipih dan berdaging serta masih dalam masa pertumbuhan.073,34 butir/gonad dengan berat gonad 30 g, panjang gonad 8,8 cm dan berat induk ikan 489 g serta panjang 29,8 cm.Nelayan Labangka lebih banyak menangkap kerapu macan berjenis jantan dan sangat sedikit yang berukuran induk (TKG IV).

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai biologi reproduksi kerapu macan di perairan Labangka. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kualitas air dan ketersediaan pakan terhadap pertumbuhan dan perkembangan gonad kerapu macan, dengan fokus pada identifikasi jenis-jenis pakan alami yang paling disukai oleh kerapu macan pada berbagai fase pertumbuhan. Kedua, penelitian mengenai efektivitas berbagai metode pemijahan buatan pada kerapu macan dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi benur dan mendukung upaya konservasi spesies ini. Ketiga, studi tentang pengaruh faktor lingkungan seperti suhu dan salinitas terhadap keberhasilan pemijahan kerapu macan dapat memberikan informasi penting untuk mengelola perairan secara berkelanjutan dan memastikan keberlangsungan populasi kerapu macan di masa depan. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai biologi reproduksi kerapu macan dan berkontribusi pada upaya pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size695.88 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test