Q2LIIQ2LII
JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANJURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANMasalah gangguan jiwa sering terjadi di seluruh dunia dan masih menjadi permasalahan yang signifikan di negara-negara berkembang. Seseorang dikatakan sehat jiwa apabila mampu mengendalikan diri dalam menghadapi stresor di lingkungan sekitar dengan selalu berpikir positif dalam keselarasan tanpa adanya tekanan fisik dan psikologis, baik secara internal maupun eksternal mengarah pada kestabilan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental dan jenis penelitian one-group pretest-posttest design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sebelum dilakukan strategi pelaksanaan keluarga (SP Keluarga) adalah 52,60, sedangkan rata-rata kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sesudah dilakukan SP Keluarga adalah 65,20. Ada pengaruh kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sebelum dilakukan SP Keluarga (p Value = 0,000).
Hasil penelitian terhadap 30 responden di RS.Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019, dapat disimpulkan sebagai berikut.Rata-rata kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sebelum dilakukan SP Keluarga adalah 52,60.Rata-rata kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sesudah dilakukan SP Keluarga adalah 65,20.Ada pengaruh kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sebelum dilakukan SP Keluarga (p Value = 0,000).
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk dapat melakukan SP keluarga dengan jadwal yang baik dan tenaga yang terlatih, sehingga SP keluarga yang dilakukan mendapatkan hasil yang diharapkan. Selain itu, perlu memfasilitasi sarana dan prasarana kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dalam melakukan SP keluarga. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa, serta strategi-strategi lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
| File size | 313.24 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya intervensi promotif-preventif berbasis kampus, seperti literasi kesehatan mental digital dan penguatanOleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya intervensi promotif-preventif berbasis kampus, seperti literasi kesehatan mental digital dan penguatan
UMBJMUMBJM Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya tercermin dari sekitar 7. 000 dari 30.000 jenisIndonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya tercermin dari sekitar 7. 000 dari 30.000 jenis
UMBJMUMBJM 002 < 0. 05. In this case, adolescents are advised to develop adaptive coping mechanisms in dealing with stress to prevent smoking behavior as a negative002 < 0. 05. In this case, adolescents are advised to develop adaptive coping mechanisms in dealing with stress to prevent smoking behavior as a negative
UMBJMUMBJM Ibu merupakan pengasuh utama bayi, sehingga pengetahuan dan teknik mencuci tangan yang tepat dapat mengurangi risiko infeksi, terutama pada bayi denganIbu merupakan pengasuh utama bayi, sehingga pengetahuan dan teknik mencuci tangan yang tepat dapat mengurangi risiko infeksi, terutama pada bayi dengan
UMBJMUMBJM Intervensi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian klien dalam mengatasi dismenore, tetapi juga berkontribusi pada perbaikanIntervensi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian klien dalam mengatasi dismenore, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan
ITSCIENCEITSCIENCE Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin, riwayat keluarga, stres, merokok, sikap, dan aktivitas fisik dengan risiko hipertensi, sedangkanAnalisis menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin, riwayat keluarga, stres, merokok, sikap, dan aktivitas fisik dengan risiko hipertensi, sedangkan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Pendahuluan: Kualitas hidup CHF (Congestive Heart Failure) sangat penting dan merupakan perhatian khusus karena akan berdampak pada domain penting kualitasPendahuluan: Kualitas hidup CHF (Congestive Heart Failure) sangat penting dan merupakan perhatian khusus karena akan berdampak pada domain penting kualitas
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Melalui media massa sering dijumpai berita tentang bagaimana sebuah keluarga atau masyarakat menangani anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwaMelalui media massa sering dijumpai berita tentang bagaimana sebuah keluarga atau masyarakat menangani anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Sementara itu, tindakan kader 86,5% dikategorikan baik, 2,5% tindakan kader dikategorikan cukup, dan 11,0% tindakan kader dikategorikan kurang. Kesimpulan:Sementara itu, tindakan kader 86,5% dikategorikan baik, 2,5% tindakan kader dikategorikan cukup, dan 11,0% tindakan kader dikategorikan kurang. Kesimpulan:
KAHURIPANKAHURIPAN Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menilai pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap perilaku konsumtif. TemuanAnalisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menilai pengaruh simultan dan parsial dari variabel independen terhadap perilaku konsumtif. Temuan
PPSUNIYAPPPSUNIYAP Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan pegawai dalam penyusunan anggaran dapat meningkatkan kinerja, namun tingkat keterbukaan informasi tidak memperkuatTemuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan pegawai dalam penyusunan anggaran dapat meningkatkan kinerja, namun tingkat keterbukaan informasi tidak memperkuat
PPSUNIYAPPPSUNIYAP Penelitian ini telah memberikan pemahaman mendalam mengenai keterkaitan antara budaya organisasi, komitmen organisasi, dan kinerja pegawai. Secara umum,Penelitian ini telah memberikan pemahaman mendalam mengenai keterkaitan antara budaya organisasi, komitmen organisasi, dan kinerja pegawai. Secara umum,