POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceLatar Belakang: Upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak tidak hanya berasal dari tenaga kesehatan tetapi melibatkan lintas sektor terkait, yaitu melalui peran kader kesehatan dan dianggap mampu membantu program pemerintah, di mana perannya dapat menyampaikan berbagai informasi terkait program kesehatan, salah satunya program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi yang ditujukan bagi ibu hamil. Tujuan umum penelitian adalah mendeskripsikan perilaku kader kesehatan mengenai program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi. Metode: Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kader kesehatan di Wilayah Puskesmas Denpasar Utara 1. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sama dengan populasi, yaitu 155 kader kesehatan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan 55 pertanyaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik 93,5%, pengetahuan cukup 3,9%, dan pengetahuan kurang 2,6%. Sebagian besar responden memiliki sikap positif 54,8% dan sikap negatif 45,2%. Sementara itu, tindakan kader 86,5% dikategorikan baik, 2,5% tindakan kader dikategorikan cukup, dan 11,0% tindakan kader dikategorikan kurang. Kesimpulan: Hampir seluruh kader memiliki pengetahuan yang baik, bersikap positif, dan memiliki tindakan yang baik. Disarankan agar peneliti selanjutnya memberikan pelatihan kepada kader kesehatan mengenai program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.
Hampir seluruh kader kesehatan di wilayah Puskesmas Denpasar Utara 1 memiliki pengetahuan yang baik tentang program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.Mayoritas kader juga menunjukkan sikap positif terhadap program tersebut.Selain itu, sebagian besar tindakan kader terkait program ini di wilayah tersebut sudah tergolong baik.
Berdasarkan temuan penelitian ini yang menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar kader kesehatan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, terdapat kendala dalam tindakan nyata mereka terkait Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat mayoritas kader belum menerima pelatihan khusus P4K dan kurang terlibat dalam aspek-aspek seperti tabungan bersalin atau transportasi, studi mendalam tentang efektivitas modul pelatihan P4K yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan melibatkan simulasi praktis akan sangat berharga. Penelitian ini bisa meneliti bagaimana pelatihan yang terstruktur dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterampilan praktis kader dalam menjalankan seluruh elemen P4K, termasuk penggunaan media edukasi dan penanganan penolakan dari masyarakat. Kedua, perlu dilakukan eksplorasi komprehensif mengenai faktor-faktor penghambat implementasi P4K dari berbagai perspektif pemangku kepentingan, tidak hanya kader, tetapi juga ibu hamil, keluarga, dan tenaga kesehatan. Misalnya, studi kualitatif dapat mengidentifikasi mengapa ibu hamil menolak pemasangan stiker P4K dan bagaimana persepsi tenaga kesehatan terhadap dukungan yang mereka berikan kepada kader. Ketiga, penelitian bisa fokus pada dampak sistem insentif, baik finansial maupun non-finansial, serta pola pendampingan yang lebih terfokus dari tenaga kesehatan terhadap keberlanjutan motivasi dan kinerja kader dalam P4K. Apakah insentif yang disesuaikan atau pendampingan yang spesifik untuk P4K, terpisah dari program posyandu balita, dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan efektivitas kader, serta mengurangi ketimpangan dalam implementasi program di tingkat komunitas?.
- Pelatihan dan Pendampingan Kader dalam Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/8223Pelatihan dan Pendampingan Kader dalam Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ejurnalmalahayati ac index php kreativitas article view 8223
- Gambaran peran dan fungsi kader posyandu di wilayah kerja puskesmas Jatinangor | Didah | JKM (Jurnal... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/2306Gambaran peran dan fungsi kader posyandu di wilayah kerja puskesmas Jatinangor Didah JKM Jurnal ejurnalmalahayati ac index php kebidanan article view 2306
| File size | 407.61 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan gizi baik yaitu sebanyak 75% sedangkan 25% lainnya berpengetahuan gizi kurangHasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan gizi baik yaitu sebanyak 75% sedangkan 25% lainnya berpengetahuan gizi kurang
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi mahasiswa fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar.Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi mahasiswa fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar.
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Hasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsiaHasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Feses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian iniFeses adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh melalui anus sebagai sisa dari pencernaan makanan pada saluran pencernaan. Tujuan: Penelitian ini
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Jenis produk pangan yang dapat menjadi makanan lauk hewani tinggi protein sebagai penambah nilai gizi untuk anak wasting adalah Nugget Tinggi Protein yangJenis produk pangan yang dapat menjadi makanan lauk hewani tinggi protein sebagai penambah nilai gizi untuk anak wasting adalah Nugget Tinggi Protein yang
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenaiDisarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok perlakuan dalam penurunan nyeri. Kesimpulan penelitian ini adalah PNF dan MWD dengan Core StabilityTidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok perlakuan dalam penurunan nyeri. Kesimpulan penelitian ini adalah PNF dan MWD dengan Core Stability
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi online melalui media video dan leaflet ada pengaruh terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh terhadapHasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi online melalui media video dan leaflet ada pengaruh terhadap pengetahuan namun tidak ada pengaruh terhadap
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kadar hemoglobin rata-rata siswi di SMP Negeri 14 Denpasar adalah 14,3 g/dl, dengan sebagian besar siswi tidak menderita anemia (73,33%). Sebanyak 50%Kadar hemoglobin rata-rata siswi di SMP Negeri 14 Denpasar adalah 14,3 g/dl, dengan sebagian besar siswi tidak menderita anemia (73,33%). Sebanyak 50%
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Sampel dengan kategori jenis buah yang dikonsumsi tidak bervariasi memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 72%. Sampel dengan kategori frekuensiSampel dengan kategori jenis buah yang dikonsumsi tidak bervariasi memiliki kadar gula darah tidak terkendali sebesar 72%. Sampel dengan kategori frekuensi
UMDUMD Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja 3. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja 4. Gaya kepemimpinanKomunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja 3. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja 4. Gaya kepemimpinan
UMDUMD Motivasi kerja berperan sebagai variabel intervening yang signifikan hanya pada hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja, namun tidak pada hubunganMotivasi kerja berperan sebagai variabel intervening yang signifikan hanya pada hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja, namun tidak pada hubungan