APPERTANIAPPERTANI

Jurnal Ilmu Ternak dan VeterinerJurnal Ilmu Ternak dan Veteriner

Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab utama mastitis subklinis. Bakteri ini merupakan kelompok mikrobiota normal dan dapat menjadi bakteri patogen karena kemampuannya menghasilkan toksin, invasif, dan ketahanan terhadap agen antimikroba. Proses patogenisitas Staphylococcus aureus salah satunya melibatkan faktor virulensi yang berada pada permukaan bakteri dengan cara menghambat proses fagositosis, seperti protein A dan kapsul polisakarida. Identifikasi keberadaan protein A dan kapsul polisakarida dilakukan pada 28 isolat Staphylococcus aureus yang berasal dari bahan biologis tersimpan (BBT) dan diisolasi dari sapi penderita mastitis subklinis dengan hasil California Mastitis Test (CMT) (positif 2). Keberadaan protein A dapat diidentifikasi menggunakan metode serum soft agar (SSA), sedangkan keberadaan kapsul polisakarida dapat diidentifikasikan menggunakan metode salt aggregation test (SAT). Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan faktor virulensi keduanya secara fenotipik. Hasil uji identifikasi protein A pada metode SSA menghasilkan 25 dari 28 isolat positif protein A dan kapsul polisakarida pada metode SAT menghasilkan seluruh isolat positif kapsul. Maka dari itu, kedua faktor virulensi tersebut dapat berkontribusi pada patogenisitas.

Penelitian ini mengidentifikasi keberadaan protein A dan kapsul polisakarida pada isolat Staphylococcus aureus dari susu sapi dengan mastitis subklinis.Sebanyak 25 dari 28 isolat menunjukkan keberadaan protein A, sementara seluruh isolat positif terhadap kapsul polisakarida.Kedua faktor virulensi ini berkontribusi pada patogenisitas bakteri, menghambat proses fagositosis dan memfasilitasi infeksi.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya identifikasi faktor virulensi dalam memahami mekanisme infeksi dan mengembangkan strategi pengendalian mastitis yang lebih efektif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi hubungan antara keberadaan protein A dan kapsul polisakarida dengan tingkat keparahan mastitis pada sapi perah. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan ekspresi kedua faktor virulensi pada isolat dari sapi dengan tingkat mastitis yang berbeda. Kedua, penelitian lebih mendalam mengenai mekanisme molekuler yang mendasari interaksi antara protein A dan kapsul polisakarida dalam menghambat fagositosis oleh sel-sel imun sapi perlu dilakukan. Ketiga, pengembangan vaksin berbasis protein A dan kapsul polisakarida dapat menjadi strategi preventif yang menjanjikan untuk mengurangi insiden mastitis pada sapi perah. Vaksin ini diharapkan dapat merangsang respons imun yang efektif terhadap kedua faktor virulensi, sehingga meningkatkan kemampuan sapi untuk melawan infeksi Staphylococcus aureus. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang patogenesis mastitis dan berkontribusi pada pengembangan strategi pengendalian yang lebih efektif.

  1. Staphylococcus aureus Exotoxins and Their Detection in the Dairy Industry and Mastitis. aureus exotoxins... doi.org/10.3390/toxins12090537Staphylococcus aureus Exotoxins and Their Detection in the Dairy Industry and Mastitis aureus exotoxins doi 10 3390 toxins12090537
  2. Targeting Mannitol Metabolism as an Alternative Antimicrobial Strategy Based on the Structure-Function... doi.org/10.1128/mBio.02660-18Targeting Mannitol Metabolism as an Alternative Antimicrobial Strategy Based on the Structure Function doi 10 1128 mBio 02660 18
  3. Screening method for Staphylococcus aureus identification in subclinical bovine mastitis from dairy farms.... doi.org/10.14202/vetworld.2017.721-726Screening method for Staphylococcus aureus identification in subclinical bovine mastitis from dairy farms doi 10 14202 vetworld 2017 721 726
Read online
File size318.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test