POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG

JURNAL INFO KESEHATANJURNAL INFO KESEHATAN

WHO menyatakan bahwa kerusakan gigi merupakan penyakit kronis paling umum yang dialami manusia di seluruh dunia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa rata‑rata penduduk berusia ≥3 tahun pada tahun lalu mengeluhkan masalah gigi dan mulut. Salah satu ajaran Islam terkait kesehatan adalah rekomendasi penggunaan miswak. Sekolah berasrama Islam diharapkan mendidik siswanya sesuai nilai dan norma Islam, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pendidikan dengan penambahan pendekatan Islam dalam difusi inovasi untuk pemeliharaan kesehatan mulut menggunakan siwak. Pendekatan ini diuji melalui lima karakteristik inovasi menurut teori difusi inovasi: keunggulan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, trialability, dan observabilitas. Metode yang dipakai adalah desain kuasi‑eksperimental dengan dua kelompok perlakuan: pendidikan tanpa penambahan pendekatan Islam dan pendidikan dengan penambahan pendekatan Islam. Teknik sampling purposif, total responden 60 siswa. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan dengan penambahan pendekatan Islam meningkatkan secara signifikan karakteristik trialability dan observabilitas, serta secara umum menghasilkan skor lebih tinggi dibandingkan pendidikan tanpa pendekatan Islam. Pendekatan Islam terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keputusan responden untuk menggunakan siwak dan memiliki pengaruh kuat pada tahap persuasi dalam proses adopsi inovasi. Kesimpulannya, integrasi nilai religius ke dalam pendidikan kesehatan dapat memperkuat penerimaan publik dan niat terhadap inovasi perawatan gigi berdasarkan Sunnah.

Pendidikan dengan pendekatan Islam meningkatkan persuasi pada keunggulan relatif, kompatibilitas, trialability, dan observabilitas serta niat penggunaan siwak, tanpa memengaruhi kompleksitas.Pendidikan tanpa pendekatan Islam tidak berpengaruh signifikan pada keputusan penggunaan siwak, sementara pendekatan Islam memberikan efek signifikan, menunjukkan peran nilai moral.Penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel, menyelidiki faktor motivasi dan hambatan, serta menggali dimensi psikologis, budaya, dan spiritual dalam adopsi siwak.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pendidikan berbasis Islam dalam meningkatkan penggunaan siwak pada populasi remaja di luar lingkungan pesantren, seperti sekolah menengah umum, dengan desain eksperimental terkontrol untuk menilai generalisasi temuan. Studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat mengeksplorasi persepsi, motivasi, dan hambatan psikologis, budaya, serta spiritual yang memengaruhi keputusan adopsi siwak, sehingga memberikan validasi triangulasi terhadap data kuantitatif sebelumnya. Analisis faktor moderasi seperti tingkat keimanan, latar belakang sosial‑ekonomi, dan pengetahuan sebelumnya dapat dilakukan menggunakan model struktural equation modeling (SEM) untuk memahami peran variabel‑variabel tersebut dalam memediasi hubungan antara pendidikan Islam dan niat penggunaan siwak. Penelitian longitudinal selama satu tahun dapat memantau perubahan perilaku penggunaan siwak serta keberlanjutan efek edukasi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mendukung atau menghambat pemeliharaan kebiasaan kebersihan mulut dalam jangka panjang. Selain itu, pengembangan dan evaluasi modul edukasi digital berbasis nilai Islam yang dapat diakses melalui aplikasi mobile dapat diuji efektivitasnya dibandingkan dengan metode tatap muka tradisional, untuk memperluas jangkauan intervensi pendidikan kesehatan mulut.

  1. Evaluation of a Faith‐Placed Health Education Service on Bowel Cancer Screening in Mosques... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/hex.70006Evaluation of a FaithyAAAaPlaced Health Education Service on Bowel Cancer Screening in Mosques onlinelibrary wiley doi 10 1111 hex 70006
Read online
File size413.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test