UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Tinggal di dekat area pertambangan emas menimbulkan risiko paparan merkuri (Hg). Paparan Hg pada ibu hamil berkaitan dengan pola konsumsi. Ibu hamil yang tinggal di dekat lokasi pertambangan emas cenderung mengonsumsi sayuran yang ditanam di sekitar rumah mereka. Sayuran yang umum dikonsumsi meliputi daun pepaya, daun singkong, dan daun katuk, yang semuanya memiliki kadar Hg melebihi batas ambang (0,03 g/kg). Asupan Hg dari sayuran ini berkontribusi terhadap kadar Hg dalam tubuh ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami asupan Hg oleh ibu hamil dari konsumsi sayuran di sekitar pertambangan emas. Sebuah studi observasional longitudinal dilakukan untuk mengukur asupan Hg dari sayuran oleh ibu hamil yang tinggal di dekat area pertambangan emas, menggunakan kuesioner frekuensi makanan semi-kuantitatif (FFQ) selama wawancara untuk menentukan pola dan kebiasaan konsumsi ibu hamil selama kehamilan dan pascapersalinan. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan kadar Hg harian yang tertelan, yang kemudian dibandingkan dengan pedoman EPA (Environmental Protection Agency) yang menyatakan bahwa asupan harian merkuri yang diizinkan (ADI) untuk wanita hamil dan menyusui adalah 0,1 μg/kg/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata asupan Hg dari sayuran yang dikumpulkan di sekitar rumah selama kehamilan adalah 2,57 µg/kg/hari, pascapersalinan ketika bayi berusia 2-14 minggu adalah 5,13 µg/kg/hari, dan ketika bayi berusia 14-26 minggu adalah 4,47 µg/kg/hari. Oleh karena itu, asupan Hg oleh ibu hamil berada di atas ADI, dan jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan akumulasi dalam tubuh dan berpindah ke bayi melalui plasenta.

Ibu hamil di sekitar area pertambangan emas Kalirejo terpapar merkuri di atas batas asupan harian yang diizinkan (0,1 µg/kg/hari), terutama melalui konsumsi sayuran lokal yang terkontaminasi tinggi.Paparan ini meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin dan cacat lahir.Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk meminimalkan risiko ini, misalnya dengan pindah ke area bebas merkuri dan mengonsumsi makanan kaya antioksidan.

Mengingat tingginya paparan merkuri dari konsumsi sayuran lokal di kalangan ibu hamil di area pertambangan emas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat. Pertama, perlu dilakukan studi komprehensif mengenai efektivitas berbagai praktik pertanian alternatif atau metode mitigasi lingkungan yang dapat mengurangi kadar merkuri dalam tanaman pangan yang tumbuh di sekitar area pertambangan. Ini bisa mencakup penelitian tentang jenis tanah yang dapat menekan penyerapan merkuri oleh tanaman, penggunaan varietas tanaman yang berbeda, atau teknik budidaya yang meminimalkan kontaminasi, sehingga masyarakat lokal tetap dapat bertani dengan aman tanpa harus pindah tempat tinggal. Kedua, sangat krusial untuk melaksanakan studi kohort jangka panjang yang melacak hubungan antara tingkat asupan merkuri spesifik pada ibu hamil dan efek langsungnya terhadap perkembangan saraf dan fisik anak-anak sejak lahir hingga masa kanak-kanak awal. Penelitian ini harus mencakup pengukuran biomarker merkuri yang akurat pada ibu dan bayi, seperti kadar merkuri dalam rambut atau darah, untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dosis paparan dan respons biologis pada populasi yang rentan ini. Ketiga, diperlukan pengembangan dan evaluasi program intervensi berbasis komunitas yang dirancang khusus untuk ibu hamil dan menyusui di daerah terdampak. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi mengenai risiko merkuri dan pentingnya makanan bergizi, tetapi juga menawarkan solusi praktis seperti pelatihan teknik pengolahan makanan untuk mengurangi merkuri atau dukungan untuk mengakses sumber pangan alternatif yang lebih aman dan terjangkau, serta promosi konsumsi makanan kaya antioksidan. Dengan demikian, kita dapat menemukan cara yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan merkuri sambil memberdayakan masyarakat.

  1. ANALISIS RISIKO PENCEMARAN MERKURI TERHADAP KESEHATAN MANUSIA YANG MENGONSUMSI BERAS DI SEKITAR KEGIATAN... doi.org/10.5614/jtl.2012.18.2.1ANALISIS RISIKO PENCEMARAN MERKURI TERHADAP KESEHATAN MANUSIA YANG MENGONSUMSI BERAS DI SEKITAR KEGIATAN doi 10 5614 jtl 2012 18 2 1
  2. Oxidative Stress, Antioxidant Status and DNA Damage in a Mercury Exposure Workers | British Journal of... napopen.com/article/bjpt.4.5367Oxidative Stress Antioxidant Status and DNA Damage in a Mercury Exposure Workers British Journal of napopen article bjpt 4 5367
  3. Human Exposure and Health Effects of Inorganic and Elemental Mercury. human exposure health effects inorganic... doi.org/10.3961/jpmph.2012.45.6.344Human Exposure and Health Effects of Inorganic and Elemental Mercury human exposure health effects inorganic doi 10 3961 jpmph 2012 45 6 344
Read online
File size263.16 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test