JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthLatar belakang: Balita usia 12 bulan hingga 59 bulan merupakan periode emas yang sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan. Balita usia 2–5 tahun rentan mengalami masalah gizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan optimalisasi penyampaian pesan gizi seimbang kepada ibu adalah melalui kegiatan konseling gizi. Tujuan: Menilai pengaruh konseling tentang penyediaan menu gizi seimbang bagi ibu yang memiliki anak usia 2–5 tahun terhadap perubahan status gizi di wilayah RW 04, Kecamatan Benda, Kota Tangerang periode Juli 2022–Agustus 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain pre-eksperimen: one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 10 ibu yang memiliki anak balita kurus dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji t dependen atau independen untuk data berdistribusi normal dan uji Wilcoxon untuk data tidak normal. Hasil: Terdapat pengaruh konseling pemberian menu gizi seimbang terhadap perubahan status gizi berdasarkan berat badan/menurut tinggi badan dan perubahan tingkat pengetahuan ibu dengan nilai p (p < 0,005). Rata-rata nilai status gizi sebelum dan setelah konseling adalah 6,7%. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan setelah konseling adalah 52,5%. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan adanya pengaruh konseling tentang penyediaan menu gizi seimbang terhadap perubahan status gizi dan tingkat pengetahuan ibu.
Terdapat pengaruh signifikan dari konseling penyediaan menu gizi seimbang terhadap perubahan status gizi balita berdasarkan berat badan menurut tinggi badan, dengan nilai p 0,002 (p < 0,005) dan rata-rata peningkatan sebesar 6,7%.Meskipun tidak signifikan secara statistik, terjadi peningkatan asupan zat gizi makro seperti energi, protein, lemak, dan karbohidrat setelah konseling.Selain itu, terdapat pengaruh signifikan konseling terhadap peningkatan pengetahuan ibu, dengan rata-rata kenaikan mencapai 52,5% dan nilai p 0,009 (p < 0,005).
Pertama, perlu diteliti efektivitas media video konseling gizi dibandingkan media cetak atau tatap muka langsung dalam jangka panjang terhadap perilaku pemberian makan pada balita gizi kurang. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh frekuensi dan durasi konseling berbasis video terhadap keberlanjutan pengetahuan ibu dan pola konsumsi keluarga secara keseluruhan. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang integrasi konseling gizi berbasis video dengan pendekatan pendampingan oleh kader posyandu untuk menilai dampaknya terhadap penurunan prevalensi gizi kurang di tingkat komunitas. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap kelebihan media digital dalam edukasi kesehatan, menentukan model intervensi yang paling efisien, serta mengembangkan strategi berbasis komunitas yang lebih terstruktur. Dengan membandingkan media, menyesuaikan intensitas intervensi, dan melibatkan aktor lokal, temuan dari studi lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih kuat bagi kebijakan kesehatan anak. Selain itu, penelitian bisa mengevaluasi apakah video konseling lebih efektif bila dikombinasikan dengan feedback personal atau sesi tanya jawab virtual. Model intervensi hybrid yang menggabungkan teknologi dan pendampingan sosial mungkin lebih berkelanjutan. Aspek ekonomi seperti biaya produksi video dan akses perangkat juga layak dikaji. Fokus pada keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan sosial dapat memperkuat dampak jangka panjang dari program edukasi gizi.
- Edukasi gizi pada ibu oleh kader terlatih meningkatkan asupan energi dan protein pada balita | Abdillah... doi.org/10.30867/action.v5i2.313Edukasi gizi pada ibu oleh kader terlatih meningkatkan asupan energi dan protein pada balita Abdillah doi 10 30867 action v5i2 313
- Development Of Video As A Counseling Media That Supports The Provision Of A Balanced Nutrition Menu To... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/249Development Of Video As A Counseling Media That Supports The Provision Of A Balanced Nutrition Menu To jqwh index php JQWH article view 249
| File size | 605.71 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
SALNESIASALNESIA Metode penelitian observasional dengan desain case control dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Juni 2023. Lokasi penelitian di Kelurahan PadasukaMetode penelitian observasional dengan desain case control dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Juni 2023. Lokasi penelitian di Kelurahan Padasuka
UNIPASBYUNIPASBY Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita (0-59 bulan) yangPenelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita (0-59 bulan) yang
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting diantaranya ialah pola makan dan Picky Eating. Tujuan penelitian adalah untuk
PROSCIENCESPROSCIENCES Menurut World Health Organization (WHO, 2020) mencatat 149,2 juta anak-anak di bawah 5 tahun mengalami gangguan perkembangan, dengan 94% di antaranya beradaMenurut World Health Organization (WHO, 2020) mencatat 149,2 juta anak-anak di bawah 5 tahun mengalami gangguan perkembangan, dengan 94% di antaranya berada
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Terapi pijat eating difficulties memiliki hubungan signifikan dengan penurunan kejadian stunting pada anak usia 0-12 bulan, sebagaimana dibuktikan olehTerapi pijat eating difficulties memiliki hubungan signifikan dengan penurunan kejadian stunting pada anak usia 0-12 bulan, sebagaimana dibuktikan oleh
UTUUTU Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, pola asuh, pola makan, kebersihan pribadi, dan sanitasi lingkungan rumah secara signifikan berhubunganHasil uji statistik menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, pola asuh, pola makan, kebersihan pribadi, dan sanitasi lingkungan rumah secara signifikan berhubungan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Masa golden age (0–5 tahun) merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga deteksi dini terhadap gizi kurang dan risiko gagalMasa golden age (0–5 tahun) merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga deteksi dini terhadap gizi kurang dan risiko gagal
UNIBAUNIBA Kecemasan adalah kekhawatiran yang menyebar dan samar-samar disebabkan oleh ancaman yang belum diketahui atau tidak terjadi. Kecemasan pada mahasiswa dapatKecemasan adalah kekhawatiran yang menyebar dan samar-samar disebabkan oleh ancaman yang belum diketahui atau tidak terjadi. Kecemasan pada mahasiswa dapat
Useful /
UNJAUNJA Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode simak dan catat. Dari hasil analisis pada video tiktok tersebut ditemukan bentuk-bentuk interferensiData dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode simak dan catat. Dari hasil analisis pada video tiktok tersebut ditemukan bentuk-bentuk interferensi
IAIIIAII The proposed method integrates Convolutional Neural Networks (CNN) to capture local traffic patterns and Long Short-Term Memory (LSTM) networks to modelThe proposed method integrates Convolutional Neural Networks (CNN) to capture local traffic patterns and Long Short-Term Memory (LSTM) networks to model
IAI MBIMAIAI MBIMA Metode yang interaktif dengan pemberian materi, telah menunjukan keberhasilan program. Penilaian melalui metode pre-test dan post-test telah menunjukanMetode yang interaktif dengan pemberian materi, telah menunjukan keberhasilan program. Penilaian melalui metode pre-test dan post-test telah menunjukan
JQWHJQWH Conducted from August 2023 to March 2024, the study involved 86 respondents, divided into 43 intervention group participants and 43 control group participants.Conducted from August 2023 to March 2024, the study involved 86 respondents, divided into 43 intervention group participants and 43 control group participants.