UNIBAUNIBA
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamDiabetes melitus adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, yaitu suatu keadaan yakni kadar gula darah meningkat yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh, terutama pembuluh darah dan pernapasan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada bulan Februari tahun 2022. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan sampel berjumlah 214 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan rekam medik. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi- Square test. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan antara laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes mellitus dan diperoleh nilai signifikansi p- value sebesar 0,003.
Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit Budi Kemuliaan Batam Tahun 2021.Hampir seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 laju filtrasi glomerulus tidak normal, tepatnya (92.1%) dan sisanya (7,9%) memiliki laju filtrasi glomerulus normal.Terdapar sebanyak (63,1%) dengan kadar hemoglobin rendah, sebanyak (36,9%) pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kadar hemoglobin normal.Terdapat hubungan yang bermakna antara laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes melitus tipe 2, yaitu dengan nilai signifikansi p- value sebesar = 0,003.
Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi laju filtrasi glomerulus dan kadar hemoglobin pada pasien diabetes melitus tipe 2, seperti usia, jenis kelamin, dan asupan makanan. 2. Meneliti hubungan antara laju filtrasi glomerulus dan komplikasi ginjal pada pasien diabetes melitus tipe 2, serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi perkembangan komplikasi tersebut. 3. Menganalisis efek pengobatan dan intervensi pada laju filtrasi glomerulus dan kadar hemoglobin pada pasien diabetes melitus tipe 2, serta mengevaluasi manfaat dan efektivitas intervensi tersebut dalam mencegah atau mengelola komplikasi ginjal.
| File size | 201.12 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO Pneumonia menimbulkan beban klinis dan ekonomi yang tinggi, terutama pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DM). Pemilihan antibiotik yang tepatPneumonia menimbulkan beban klinis dan ekonomi yang tinggi, terutama pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DM). Pemilihan antibiotik yang tepat
STIKES ISFISTIKES ISFI Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan.Diabetes mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap biaya kesehatan.
JK RISKJK RISK Pada pasien yang kami laporkan, terdapat beberapa faktor risiko preoperatif seperti usia >60 tahun, faktor risiko diabetes melitus dengan HbA1c diatasPada pasien yang kami laporkan, terdapat beberapa faktor risiko preoperatif seperti usia >60 tahun, faktor risiko diabetes melitus dengan HbA1c diatas
SARI MUTIARASARI MUTIARA Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi laboratorium medis serta membantu meningkatkanPengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi laboratorium medis serta membantu meningkatkan
SUBSETSUBSET Dataset yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pima Indians Diabetes Dataset, yang berisi informasi kesehatan pasien seperti kehamilan, tingkat glukosa,Dataset yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pima Indians Diabetes Dataset, yang berisi informasi kesehatan pasien seperti kehamilan, tingkat glukosa,
UNHAJUNHAJ Uji stabilitas yang dilakukan pada diabetess foot lotion selama 6 siklus meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji dayaUji stabilitas yang dilakukan pada diabetess foot lotion selama 6 siklus meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya
PDGIPDGI Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan kualitas hasil radiograf periapikal konvensional dan film instan di Instalasi Radiologi FakultasKesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan kualitas hasil radiograf periapikal konvensional dan film instan di Instalasi Radiologi Fakultas
PDGIPDGI Gangguan sendi temporomandibula (TMD) dapat menyebabkan kelainan berupa elongasi pada prosesus styloid. CBCT-3D merupakan modalitas diagnostik yang efektifGangguan sendi temporomandibula (TMD) dapat menyebabkan kelainan berupa elongasi pada prosesus styloid. CBCT-3D merupakan modalitas diagnostik yang efektif
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Selain itu para guru – guru akhirnya berkomitmen untuk membangun jejaring dalam meningkatkan pengenalan dan pemahaman olahraga gateball dilingkunganSelain itu para guru – guru akhirnya berkomitmen untuk membangun jejaring dalam meningkatkan pengenalan dan pemahaman olahraga gateball dilingkungan
UNIBAUNIBA Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan. TerdapatBerdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan. Terdapat
UNIBAUNIBA Latar belakang: Angka kematian ibu masih menjadi permasalahan di dunia. Salah satu penyebab tingginya AKI yaitu preeklampsia. Peningkatan risiko preeklampsiaLatar belakang: Angka kematian ibu masih menjadi permasalahan di dunia. Salah satu penyebab tingginya AKI yaitu preeklampsia. Peningkatan risiko preeklampsia
UNIBAUNIBA Hasil: Berdasarkan uji korelasi chi-square, diperoleh nilai p 0,016 (p < 0,05). Nilai p menunjukkan hubungan antara postur kerja dan keluhan MSDs padaHasil: Berdasarkan uji korelasi chi-square, diperoleh nilai p 0,016 (p < 0,05). Nilai p menunjukkan hubungan antara postur kerja dan keluhan MSDs pada