STIALANSTIALAN
Jurnal Good GovernanceJurnal Good GovernanceStunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masa depan bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang masih memiliki tingat prevalensi stunting tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) mengalami stunting. Angka ini masih jauh dari angka target yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seharusnya angka stunting tidak lebih dari 20%. Dijumpai kendala pelaksanaan pencapaian target penurunan stunting antara lain karena belum tersedianya strategi komprehensif untuk dijabarkan dalam pelaksanaan program intervensi mendukung pencegahan stunting, mulai perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak balita pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Penelitian dilakukan mulai Februari sampai dengan Juli 2020 dengan tujuan menganalisis perancangan strategi percepatan penurunan stunting perdesaan, lokasi penelitian di Desa Banyumundu, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Lokasi penelitian tersebut merupakan tempat uji coba aksi cegah stunting yang dilaksanakan pada Agustus 2018 sampai dengan Februati 2019 yang menghasilkan contoh baik (best practices) percepatan penurunan stunting perdesaan. Metoda penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) dan SWOT dalam penentuan alternatif program intervensi dan strategi yang efektif untuk percepatan penurunan stunting. Hasil penelitian menunjukkan program intervensi dengan sasaran utama peningkatan pola asuh anak balita / bawah dua tahun (baduta) melalui program intervensi peningkatan status gizi sebagai upaya pencegahan stunting periode 1.000 HPK perlu diprioritaskan untuk percepatan (akselerator) penurunan stunting perdesaan. Hasil evaluasi faktor strategik internal dan eksternal analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif untuk percepatan penurunan stunting adalah kombinasi strategi agresif. Dalam jangka pendek perlu dioptimalksan intervensi gizi spesifik dan sensitif, sedangkan strategi jangka panjang perlu diintensifkan peluang dukungan kolaborasi antar sektor dan multistakehoders guna menjamin keberlanjutan dan pencapaian sasaran akselerasi penurunan stunting. Selain itu perlu penerapan strategi Public Private Partnership dalam upaya penegakan tatakelola (governance) diperlukan komitmen penjabaran operasional agar menjamin program pencegahan stunting balita perdesaan pada 1.000 HPK.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pola asuh melalui program intervensi peningkatan identifikasi, pendataan, dan pemantauan status gizi merupakan faktor dominan dan program intervensi prioritas dalam pencegahan stunting pada 1.Analisis perancangan strategi berdasarkan program intervensi prioritas menunjukkan bahwa strategi efektif percepatan penurunan angka stunting perdesaan berupa kombinasi strategi agresif yang mengoptimalkan intervensi gizi spesifik dan sensitif untuk mendorong peningkatan kualitas pola asuh anak balita.Pemanfaatan peluang dukungan komitmen pemerintah dan sinergi konvergensi pencegahan stunting guna percepatan penurunan angka stunting perdesaan merupakan strategi jangka panjang.
Untuk menekan angka stunting di desa, disarankan untuk melakukan penelitian tentang efektivitas program pendampingan keluarga dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan ibu hamil serta anak-anak di bawah usia dua tahun. Studi ini bisa mengukur perubahan perilaku dan pengetahuan keluarga setelah mengikuti program pendampingan secara berkala. Kemudian, penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami bagaimana faktor sosial dan budaya di berbagai daerah mempengaruhi praktik pemberian makan dan perawatan anak. Penelitian ini bisa menggunakan metode kualitatif seperti wawancara mendalam dengan ibu-ibu dan tokoh masyarakat untuk menggali informasi tentang kepercayaan dan tradisi yang berkaitan dengan gizi anak. Selain itu, studi komparatif antar desa dengan tingkat stunting yang berbeda juga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada keberhasilan penurunan stunting. Faktor-faktor tersebut bisa berupa implementasi kebijakan, ketersediaan layanan kesehatan, atau partisipasi masyarakat dalam program pencegahan stunting.
| File size | 651.66 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena keterbatasan ukuran sampel dan potensi bias pada pengisian kuesioner, terutama pada anak usia 5–9Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena keterbatasan ukuran sampel dan potensi bias pada pengisian kuesioner, terutama pada anak usia 5–9
YMPAIYMPAI Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada peran orang tua, terutama terkait pola asuh dan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuanNamun, pelaksanaannya sangat bergantung pada peran orang tua, terutama terkait pola asuh dan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross‑sectional, mengumpulkan data melalui kuesioner pola asuh orang tua dan kemandirian personalMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross‑sectional, mengumpulkan data melalui kuesioner pola asuh orang tua dan kemandirian personal
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 58 ibuMetode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 58 ibu
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Pola asuh orang tua sangat penting untuk membantu anak melakukan kemampuan sosialisasi di lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubunganPola asuh orang tua sangat penting untuk membantu anak melakukan kemampuan sosialisasi di lingkungannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
SALNESIASALNESIA Lebih dari sekadar pengajaran bahasa, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dosen dalam membangun ketangguhan mental anak-anak tersebut.metode interaktifLebih dari sekadar pengajaran bahasa, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dosen dalam membangun ketangguhan mental anak-anak tersebut.metode interaktif
UAIUAI Paparan terhadap dunia digital juga dirasakan oleh orang tua di Desa Pasirtanjung, yang mengungkapkan kesulitan mengasuh anak di era digital. Banyak orangPaparan terhadap dunia digital juga dirasakan oleh orang tua di Desa Pasirtanjung, yang mengungkapkan kesulitan mengasuh anak di era digital. Banyak orang
CERICCERIC Faktor paling dominan yang mempunyai hubungan adalah faktor kekuatan motorik anak tuna grahita dengan OR= 4,77. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatFaktor paling dominan yang mempunyai hubungan adalah faktor kekuatan motorik anak tuna grahita dengan OR= 4,77. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
Useful /
YMPAIYMPAI Temuan ini menekankan pentingnya kehadiran emosional ayah dalam perkembangan remaja, serta kontribusi konsep father hunger dalam memahami kondisi psikososialTemuan ini menekankan pentingnya kehadiran emosional ayah dalam perkembangan remaja, serta kontribusi konsep father hunger dalam memahami kondisi psikososial
MEDIAZAYNAMEDIAZAYNA Aplikasi ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kompetitif. Materi NewsAplikasi ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kompetitif. Materi News
UIMEDANUIMEDAN Penelitian ini merumuskan model pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19 dengan mengkombinasikan model filantropi Islam dengan The National DomesticPenelitian ini merumuskan model pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19 dengan mengkombinasikan model filantropi Islam dengan The National Domestic
CERICCERIC Namun, insentif, pencapaian, pengakuan, dan tanggung jawab tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat. Penelitian ini menekankanNamun, insentif, pencapaian, pengakuan, dan tanggung jawab tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat. Penelitian ini menekankan