POLIBATAMPOLIBATAM

JOURNAL OF APPLIED MULTIMEDIA AND NETWORKINGJOURNAL OF APPLIED MULTIMEDIA AND NETWORKING

Penelitian ini membahas tentang analisis perbandingan render engine Cycles & Eevee pada software Blender 3D open source. Hasil pengujian akan membantu PT Labtech Penta International dan pengguna aplikasi tiga dimensi dalam memilih render engine yang sesuai untuk proyek model 3D dengan output still image. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konfigurasi antara render engine Cycles dan Eevee atau menelitinya melalui metode Quasi-Monte Carlo, di mana nilai atau konfigurasi pada pengaturan setiap render engine dilakukan menggunakan beberapa sampel. Pada setiap sampel, nilai atau konfigurasi diatur secara acak. Parameter pengukuran untuk pengujian ini menggunakan 3 variabel, yaitu kecepatan rendering, ukuran file render, dan kualitas gambar yang dirender dengan mempertimbangkan vertices dan node tekstur pada objek 3D. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eevee mengungguli Cycles dalam perbandingan kecepatan rendering, Cycles dan Eevee tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam ukuran file output, dan kualitas gambar yang dirender menunjukkan bahwa Cycles lebih unggul dari Eevee. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan solusi rendering yang stabil dan efektif di PT Labtech Penta International.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan render engine antara Cycles dan Eevee bergantung pada prioritas proyek.Cycles unggul dalam fotorealisme, sementara Eevee menawarkan kecepatan rendering yang lebih tinggi.Ukuran file hasil render antara kedua engine relatif serupa, dipengaruhi oleh resolusi, kedalaman bit, dan format file.Penggunaan material yang sederhana pada Cycles dapat menyeimbangkan kecepatan rendering tanpa mengorbankan kualitas, sementara Eevee dapat ditingkatkan dengan konfigurasi Screen Space Reflection dan pengaturan cahaya yang tepat.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan metode otomatis untuk menentukan konfigurasi optimal pada Cycles dan Eevee berdasarkan karakteristik model 3D dan kebutuhan proyek. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi integrasi metode Quasi-Monte Carlo dengan teknik optimasi lainnya, seperti algoritma genetika, untuk meningkatkan efisiensi proses rendering. Terakhir, penelitian dapat memperluas cakupan evaluasi dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti konsumsi daya dan kinerja pada berbagai perangkat keras, sehingga memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi pengguna Blender dalam memilih render engine yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang potensi optimasi render engine pada Blender, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas dan efisiensi produksi visualisasi 3D.

Read online
File size1.79 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test