UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Menurut (Kemenkes 2021), Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Kualitas tidur yang buruk terjadi akibat meningkatnya hormon kortisol, penyebabnya yaitu aktivasi sistem saraf simpatik yang meningkatkan efek vasokontriktor (epinefrin dan norepinefrin) yang mempengaruhi terjadinya peningkatan tekanan darah. Seseorang yang memiliki kualitas tidur yang baik, maka akan mendapat quality of life yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat hipertensi dengan kualitas tidur pada pasien hipertensi di RS PMI Kota Bogor tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik cross-sectional. Teknik sampel penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel 81 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampling aksidental. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji statistic chi-square. Hasil: Hasil analisis uji Chi-square untuk hubungan derajat hipertensi dengan kualitas tidur pada pasien hipertensi diperoleh nilai p = 0,115 (p > 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa tidak terdapat tahun 2023.

9% nya memiliki kualitas tidur buruk, dan penelitian ini dinyatakan tidak ada hubungan secara statistic dengan nilai p-value 0,115 (>0,05).

Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita mengenai hubungan kompleks antara tekanan darah tinggi dan kualitas tidur, terutama mengingat temuan saat ini yang tidak menunjukkan hubungan signifikan secara statistik namun mengindikasikan adanya tren. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian jangka panjang (longitudinal) yang mengikuti sekelompok pasien hipertensi selama beberapa waktu untuk melihat bagaimana perubahan derajat hipertensi mereka memengaruhi kualitas tidur dari waktu ke waktu, dan sebaliknya. Ini akan membantu kita memahami apakah hipertensi *menyebabkan* kualitas tidur buruk, atau apakah ada faktor lain yang lebih berperan. Kedua, penting untuk menyelidiki secara lebih rinci berbagai faktor di luar derajat hipertensi yang juga disebut dalam pembahasan, seperti lingkungan tidur yang tidak mendukung, tingkat stres psikologis pasien, atau kondisi kesehatan lain seperti gangguan pernapasan saat tidur (mendengkur). Dengan memahami bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi, kita bisa mengidentifikasi pemicu utama kualitas tidur yang buruk pada pasien hipertensi. Terakhir, penggunaan metode pengukuran kualitas tidur yang lebih canggih dan objektif, seperti alat perekam tidur di rumah atau di laboratorium, dapat memberikan data yang lebih akurat dibandingkan hanya dengan kuesioner. Apakah hasil dari pengukuran objektif ini akan menunjukkan hubungan yang berbeda atau lebih kuat antara derajat hipertensi dan kualitas tidur dibandingkan dengan temuan dari kuesioner subjektif? Menjelajahi pertanyaan-pertanyaan ini akan membuka jalan bagi strategi penanganan yang lebih tepat dan personal untuk meningkatkan kesejahteraan pasien hipertensi secara keseluruhan.

Read online
File size272.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test