UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Synovial Sarcoma adalah neoplasma sangat ganas yang terutama menyerang jaringan lunak ekstremitas, dengan insiden rendah di daerah kepala dan leher, terutama di daerah yang meluas ke intrakranial. Synovial sarcoma pada daerah kepala dan leher sangat jarang terjadi, dan sarcoma yang muncul dari orbit tergolong kasus langka terjadi.. Deskripsi Kasus: Seorang anak perempuan berusia 4 tahun mengalami massa yang teraba di orbita kanan, yang meluas ke daerah naso-orbital kanan dan tumbuh dengan cepat dalam jangka waktu 3 bulan. Pencitraan CT dengan kontras menunjukkan adanya massa di area periorbital kanan dengan perluasan intrakranial. Tumor tersebut dieksisi melalui pembedahan, dan pemeriksaan histopatologis memastikan diagnosis Synovial sarcoma di orbit. Diagnosis selanjutnya dikonfirmasi oleh imunohistokimia dengan hasil: EMA ( ) positif pada sebagian sel tumor, CD56 ( ) positif kuat difus, CD99 ( ) Positif difus, Tdt (-) negatif dan Desmin (-) negatif.. Pembahasan dan Kesimpulan: Sarkoma kepala dan leher dikenal karena perilaku agresif dan prognosisnya yang buruk. Perawatan standar terdiri dari reseksi bedah diikuti dengan radioterapi pasca operasi. Namun karena keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut menolak kemoterapi dan pasien meninggal karena penyakit tersebut dalam waktu satu bulan. Mengingat tingginya risiko kekambuhan, penanganan yang agresif dan tindak lanjut yang ketat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Sarkoma kepala dan leher menunjukkan perilaku agresif dan prognosis buruk, dengan perawatan standar berupa reseksi bedah dan radioterapi.Keterbatasan ekonomi menyebabkan pasien menolak kemoterapi dan akhirnya meninggal dalam sebulan.Oleh karena itu, penanganan agresif dan tindak lanjut ketat sangat krusial untuk hasil terbaik, mengingat tingginya risiko kekambuhan.

Penelitian ini menyajikan kasus sarkoma sinovial orbital primer yang sangat langka dengan perluasan intrakranial pada anak, menyoroti tantangan diagnosis dan prognosis buruk. Berangkat dari kasus ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial untuk meningkatkan pemahaman dan penanganan penyakit serupa. Pertama, sangat penting untuk meneliti lebih lanjut bagaimana faktor sosial-ekonomi, seperti keterbatasan finansial yang menghambat akses terhadap kemoterapi pada pasien ini, secara konkret mempengaruhi pilihan pengobatan, kepatuhan pasien, dan luaran klinis pada kasus kanker langka anak di negara berkembang. Studi ini dapat mengidentifikasi hambatan sistemik dan merumuskan strategi intervensi untuk memastikan setiap anak mendapatkan perawatan optimal tanpa terkendala kondisi ekonomi. Kedua, mengingat sifat agresif tumor dan lokasi yang menantang, diperlukan studi komprehensif untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan terapi multimodalitas yang lebih intensif dan personalisasi, termasuk kombinasi bedah, radioterapi, kemoterapi yang lebih modern, dan terapi imunologi yang menjanjikan, seperti yang menargetkan antigen tertentu. Penelitian ini bisa fokus pada pengembangan protokol pengobatan baru yang disesuaikan dengan karakteristik genetik spesifik sarkoma sinovial pada anak dengan perluasan intrakranial, demi meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan kualitas hidup jangka panjang. Ketiga, mengingat sulitnya diagnosis dini, penelitian harus diarahkan pada pengembangan biomarker genetik atau penanda molekuler baru, serta peningkatan teknik pencitraan lanjutan yang non-invasif, yang mampu mendeteksi sarkoma sinovial orbital secara akurat pada tahap awal, bahkan sebelum terjadi perluasan intrakranial yang signifikan. Pendekatan ini diharapkan dapat memungkinkan intervensi lebih cepat dan tepat, sebelum penyakit mencapai stadium lanjut yang sulit dikelola.

  1. Synovial Sarcoma in Pediatric Patients | AJR. synovial sarcoma pediatric patients ajr skip main content... ajronline.org/doi/10.2214/ajr.179.3.1790797Synovial Sarcoma in Pediatric Patients AJR synovial sarcoma pediatric patients ajr skip main content ajronline doi 10 2214 ajr 179 3 1790797
Read online
File size727.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test