UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan kesehatan yang umum terjadi pada pekerja, termasuk di kalangan pekerja kantoran. Aktivitas duduk yang berlangsung dalam jangka waktu lama serta postur kerja yang kurang ergonomis dapat meningkatkan risiko terjadinya LBP. Faktor masa kerja dan sikap kerja menjadi salah satu elemen penting yang berkontribusi terhadap keluhan ini. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara masa kerja dan sikap kerja terhadap kejadian low back pain pada customer service di Bank X Kota Batam Tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Customer Service Bank X seluruh kota batam sebanyak 54 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling berjumlah 54 responden. Uji analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis hubungan antara masa kerja dan sikap kerja terhadap kejadian low back pain pada customer service di Bank X Kota Batam Tahun 2021 didapatkan hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan kejadian low back pain (p=0.000). Dan sikap kerja dengan kejadian low back pain (p=0.000).

Terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja dan sikap kerja terhadap kejadian low back pain pada customer service di Bank X Kota Batam Tahun 2021.Masa kerja yang lebih lama dan postur kerja yang tidak ergonomis meningkatkan risiko terjadinya low back pain.Temuan ini memberikan dasar bagi intervensi ergonomis untuk mencegah keluhan muskuloskeletal di tempat kerja.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana durasi kerja harian dan frekuensi istirahat berkontribusi terhadap low back pain, mengingat dalam penelitian ini aktivitas duduk lama disebut sebagai faktor risiko, namun tidak diuji secara eksplisit. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan ergonomi kerja terhadap perubahan postur dan pengurangan keluhan nyeri punggung, mengingat banyak responden memiliki sikap kerja berisiko sedang hingga tinggi. Ketiga, perlu dilakukan studi longitudinal untuk melihat perkembangan gejala low back pain seiring bertambahnya masa kerja, guna mengetahui apakah hubungan ini bersifat kumulatif. Penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan arah intervensi yang lebih terarah dan spesifik bagi pekerja perbankan. Dengan mengetahui pola munculnya keluhan secara jangka panjang, perusahaan dapat merancang program pencegahan yang lebih proaktif. Selain itu, pelatihan ergonomi yang dipadukan dengan modifikasi alat kerja dapat dievaluasi dampaknya terhadap kesehatan pekerja. Temuan dari saran penelitian ini akan melengkapi temuan studi sebelumnya dan memberikan landasan bagi kebijakan kesehatan kerja yang lebih komprehensif. Penelitian semacam ini juga relevan mengingat tingginya prevalensi nyeri punggung di kalangan pekerja kantoran. Desain studi yang disarankan mencakup pendekatan campuran untuk mendapatkan data kualitatif dan kuantitatif secara menyeluruh. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh Bank X, tetapi juga oleh sektor lain dengan karakteristik pekerjaan serupa.

Read online
File size210.75 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test