UNIBAUNIBA
Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamHipertensi merupakan kondisi yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg. Terdapat dua faktor risiko yang tidak dapat dikontrol yakni, riwayat keluarga, usia, serta jenis kelamin, dan dapat dikontrol yakni, obesitas, stres, merokok, konsumsi garam berlebih, serta kurangnya aktivitas fisik. Dimana obesitas menjadi penyebab yang paling sering ditemukan pada pasien hipertensi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat obesitas dengan kejadian hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi merupakan pasien yang telah terdiagnosis hipertensi. Sampel penelitian berjumlah 394 responden, didapatkan dengan teknik purposive sampling dan menggunakan rumus slovin untuk menentukannya. Data sekunder didapatkan dari data rekam medis dan di analisis menggunakan univariat, bivariat, dan chi-square. Hasil penelitian yang didapatkan dari uji Chi Square yaitu p-value 0,000 yang berarti P<0,05 sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan bermakna.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan bermakna antara derajat obesitas dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2023.Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami obesitas derajat 1 dan hipertensi derajat 1, serta terdapat hubungan signifikan antara kedua kondisi tersebut.Hasil ini menggarisbawahi pentingnya pengendalian obesitas sebagai upaya pencegahan dan penanganan hipertensi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap hubungan antara obesitas dan hipertensi, seperti pola makan, tingkat aktivitas fisik, dan faktor genetik. Kedua, studi intervensi yang berfokus pada penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup sehat pada pasien hipertensi dengan obesitas perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman pasien hipertensi dengan obesitas terkait dengan perilaku makan, aktivitas fisik, dan akses terhadap layanan kesehatan, sehingga dapat merancang program edukasi dan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara obesitas dan hipertensi, serta memberikan dasar bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.
- Hubungan Stres dengan Derajat Hipertensi Di Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi Tahun 2018 | Scientific... journal.scientic.id/index.php/sciena/article/view/21Hubungan Stres dengan Derajat Hipertensi Di Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi Tahun 2018 Scientific journal scientic index php sciena article view 21
- Obesity-related hypertension: a review of pathophysiology, management, and the role of metabolic surgery.... gs.amegroups.org/article/view/33847/27994Obesity related hypertension a review of pathophysiology management and the role of metabolic surgery gs amegroups article view 33847 27994
- Gambaran citra tubuh pada wanita dewasa awal yang mengalami obesitas | Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan.... doi.org/10.22219/jipt.v7i1.6369Gambaran citra tubuh pada wanita dewasa awal yang mengalami obesitas Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan doi 10 22219 jipt v7i1 6369
- The Head-to-Toe Hormone: Leptin as an Extensive Modulator of Physiologic Systems | MDPI. head toe hormone... mdpi.com/1422-0067/23/10/5439The Head to Toe Hormone Leptin as an Extensive Modulator of Physiologic Systems MDPI head toe hormone mdpi 1422 0067 23 10 5439
- Hubungan Obesitas pada Pra Lansia dengan Kejadian Hipertensi di Kecamatan Senen Jakarta Pusat Tahun 2017-2018... doi.org/10.24853/jkk.16.1.35-40Hubungan Obesitas pada Pra Lansia dengan Kejadian Hipertensi di Kecamatan Senen Jakarta Pusat Tahun 2017 2018 doi 10 24853 jkk 16 1 35 40
| File size | 349.96 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKMKSSTIKMKS Hipertensi merupakan penyakit global yang sering disebut Silent Killer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakanHipertensi merupakan penyakit global yang sering disebut Silent Killer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Meskipun protokol EWS belum optimal, kepatuhan terhadap pengkajian EWS sangat penting. Rendahnya kepatuhan terhadap prosedur EWS, khususnya dalam responsMeskipun protokol EWS belum optimal, kepatuhan terhadap pengkajian EWS sangat penting. Rendahnya kepatuhan terhadap prosedur EWS, khususnya dalam respons
UmriUmri Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan signifikan tekanan darah sistolik, diastolic sebesar penurunan 29,7/10,7 mmhg, cholesterol rerata penurunanHasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan signifikan tekanan darah sistolik, diastolic sebesar penurunan 29,7/10,7 mmhg, cholesterol rerata penurunan
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Hasil: terdapat hasil yang signifikan bermakna secara statistik di antara subjek CAD, SCF dan subjek sehat dalam hal usia, jenis kelamin, tekanan darahHasil: terdapat hasil yang signifikan bermakna secara statistik di antara subjek CAD, SCF dan subjek sehat dalam hal usia, jenis kelamin, tekanan darah
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Sembilan studi termasuk dan dianalisis secara tematik. Dari 2. 987 artikel, 9 memenuhi kriteria inklusi. Risiko RIS berkisar antara 4,3–23,4%, denganSembilan studi termasuk dan dianalisis secara tematik. Dari 2. 987 artikel, 9 memenuhi kriteria inklusi. Risiko RIS berkisar antara 4,3–23,4%, dengan
PELNIPELNI CPT di mana respons tekanan darah terhadap stimulus dingin eksternal diukur, telah digunakan untuk mengidentifikasi individu hiperreaktor yang mungkinCPT di mana respons tekanan darah terhadap stimulus dingin eksternal diukur, telah digunakan untuk mengidentifikasi individu hiperreaktor yang mungkin
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penatalaksanaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalahPenatalaksanaan hipertensi melalui latihan fisik masih jarang dilakukan oleh lansia yang menderita hipertensi. Salah satu penanganan hipertensi adalah
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Intervensi ini lebih efektif bila dilakukan dengan faktor pendukung lainnya, seperti mengontrol hipertensi dengan minum obat, sadar akan kesehatan untukIntervensi ini lebih efektif bila dilakukan dengan faktor pendukung lainnya, seperti mengontrol hipertensi dengan minum obat, sadar akan kesehatan untuk
Useful /
IWIIWI Pelatihan Surveilans PD3I efektif meningkatkan kapasitas individu dan memperkuat kinerja sistem surveilans di layanan kesehatan primer. Hasil evaluasiPelatihan Surveilans PD3I efektif meningkatkan kapasitas individu dan memperkuat kinerja sistem surveilans di layanan kesehatan primer. Hasil evaluasi
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Metode: penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan data sekunder melalui rekam medis 285 pasien paliatif di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta,Metode: penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan data sekunder melalui rekam medis 285 pasien paliatif di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta,
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-36) adalah instrumen penilaian kualitas hidup pasien PGK dan dialisis yang telah diterjemahkan di berbagai negara,Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-36) adalah instrumen penilaian kualitas hidup pasien PGK dan dialisis yang telah diterjemahkan di berbagai negara,
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek pemberian terapi tambahan N-acetylcystein (NAC) secara oral 600 mg 3 kali sehari selama 3 hari terhadap sistemPenelitian ini bertujuan untuk melihat efek pemberian terapi tambahan N-acetylcystein (NAC) secara oral 600 mg 3 kali sehari selama 3 hari terhadap sistem