AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY

Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (JREMIK) E-ISSN:xxxx-xxxx P-ISSN:xxxx-xxxxJurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (JREMIK) E-ISSN:xxxx-xxxx P-ISSN:xxxx-xxxx

Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Daun sirsak memiliki antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, melenturkan dan melebarkan pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Hipertensi mempengaruhi 22% populasi dunia dan menyumbang 36% kasus hipertensi di Asia Tenggara. Hipertensi juga merupakan salah satu penyebab kematian sebesar 23,7% dari 1,7 juta total kematian di Indonesia pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirsak terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan metode penelitian one group pretest & posttest. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo dengan total sampel 41 pasien. Analisa data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistol dan diastol adalah 135,36/85,85 mmHg dengan penurunan darah sistol sebesar 19,0%mmHg dan diastol 14,6%mmHg. Kesimpulan penelitian ini adalah air rebusan daun sirsak memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia.

Tekanan darah setelah terapi air daun sirsak di Puskesmas Yosomulyo Kota Metro menunjukkan rerata sistolik 135,3 mmHg dan rerata diastolik 85,8 mmHg.Terapi ini memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 26,4% mmHg dan diastolik sebesar 13,5% mmHg pada pasien hipertensi di wilayah tersebut.

Melihat hasil positif dari penelitian ini, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan guna memperkaya pemahaman kita tentang potensi daun sirsak. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi eksperimental dengan melibatkan kelompok kontrol. Desain ini memungkinkan perbandingan yang lebih kuat antara kelompok yang mengonsumsi air rebusan daun sirsak dengan kelompok yang tidak menerima intervensi atau menerima plasebo, sehingga dapat mengkonfirmasi secara lebih definitif bahwa penurunan tekanan darah memang disebabkan oleh daun sirsak dan bukan faktor lain. Penelitian selanjutnya juga dapat difokuskan pada optimalisasi dosis dan durasi konsumsi air rebusan daun sirsak. Menentukan dosis efektif serta jangka waktu penggunaan yang ideal untuk mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal akan krusial. Selain itu, investigasi mengenai efek jangka panjang dan potensi efek samping dari konsumsi rutin daun sirsak juga sangat penting untuk memastikan keamanannya sebagai terapi alternatif yang berkelanjutan. Terakhir, eksplorasi mendalam terhadap mekanisme kerja farmakologisnya akan menjadi kontribusi signifikan. Studi yang mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa aktif spesifik dalam daun sirsak yang bertanggung jawab atas efek antihipertensi, serta bagaimana senyawa tersebut berinteraksi dengan sistem fisiologis tubuh, dapat membuka jalan bagi pengembangan obat herbal yang lebih terstandarisasi.

Read online
File size172.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test