LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING

International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)

Tujuan manajemen strategis adalah untuk menyediakan arah jangka panjang, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja, memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan lingkungan, menciptakan keunggulan kompetitif melalui inovasi, memaksimalkan sumber daya, serta memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman guna mencapai tujuan perusahaan secara optimal dan berkelanjutan. Hal ini memastikan bisnis mempertahankan fokus, relevansi, dan daya saing di pasar yang dinamis. Presentasi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana menganalisis manajemen strategis pada perusahaan teknologi di tengah disrupsi teknologi. Presentasi ini menggunakan pendekatan analisis naratif dengan data sekunder untuk menjelaskan manajemen strategis pada perusahaan teknologi di tengah disrupsi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategis pada perusahaan teknologi di tengah disrupsi teknologi berfokus pada kelincahan strategis, inovasi berkelanjutan, dan orientasi pelanggan untuk pengambilan keputusan cerdas melalui adopsi teknologi terkini, pembangunan budaya adaptif, dan pemanfaatan data agar tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan yang cepat, melibatkan transformasi budaya, proses bisnis, dan model bisnis, sambil juga mengatasi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan investasi yang tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategis pada perusahaan teknologi di tengah disrupsi teknologi berfokus pada kelincahan strategis, inovasi berkelanjutan, dan orientasi pelanggan untuk pengambilan keputusan cerdas melalui adopsi teknologi terkini, pembangunan budaya adaptif, dan pemanfaatan data agar tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan yang cepat.Hal ini melibatkan transformasi budaya, proses bisnis, dan model bisnis, seraya juga mengatasi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan investasi yang tinggi.

Meskipun penelitian ini telah memberikan kerangka analisis manajemen strategis yang relevan bagi perusahaan teknologi di tengah disrupsi, terdapat beberapa celah yang dapat diisi oleh penelitian lanjutan untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan analisis naratif dan data sekunder, studi di masa depan akan sangat diuntungkan dengan beralih ke metodologi primer, seperti studi kasus mendalam pada perusahaan teknologi yang sukses beradaptasi atau survei skala besar terhadap para eksekutif industri. Hal ini akan memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara empiris bagaimana perusahaan secara konkret mengimplementasikan adopsi teknologi terkini, membangun budaya adaptif, dan memanfaatkan data, serta tantangan spesifik yang mereka hadapi, misalnya, Bagaimana perusahaan rintisan teknologi (startup) di Indonesia mengatasi resistensi internal terhadap perubahan saat mengintegrasikan teknologi baru, dan apa dampaknya terhadap kelincahan strategis mereka? Kedua, penelitian ini menyoroti adopsi teknologi terkini secara umum. Maka, studi lanjutan bisa berfokus pada dampak spesifik dari teknologi disrupsi tertentu, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, atau komputasi kuantum, terhadap model bisnis, inovasi produk, atau struktur organisasi perusahaan teknologi di berbagai sektor. Contoh pertanyaan penelitian yang relevan adalah Bagaimana penerapan AI memengaruhi proses pengambilan keputusan strategis dan penciptaan nilai baru di perusahaan teknologi yang beroperasi di sektor e-commerce? Ketiga, untuk mengukur efektivitas strategi yang diuraikan, penting untuk mengembangkan metrik kinerja yang lebih komprehensif. Ini akan memungkinkan evaluasi apakah kelincahan strategis, inovasi berkelanjutan, dan orientasi pelanggan benar-benar berkorelasi dengan kinerja keuangan, pangsa pasar, atau keberlanjutan jangka panjang perusahaan di tengah disrupsi. Pertanyaan seperti Apakah ada hubungan kausal yang terukur antara tingkat investasi dalam pengembangan budaya adaptif dan peningkatan daya saing pasar perusahaan teknologi dalam lima tahun terakhir? atau Metrik non-finansial apa yang paling efektif untuk memprediksi keberhasilan manajemen strategis dalam menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan di pasar teknologi yang sangat dinamis? perlu diinvestigasi. Pendekatan ini akan memberikan bukti empiris yang lebih kuat dan panduan yang lebih praktis bagi para pengambil keputusan strategis.

Read online
File size246.28 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test