TAMANLITERATAMANLITERA
ALFIQH Islamic Law Review JournalALFIQH Islamic Law Review JournalFemicide, sebagai bentuk kekerasan berbasis gender yang ekstrem, telah mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir, sebagaimana tercatat oleh Komnas Perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi hukum terkait femisida di Indonesia dan menggali perspektif Islam mengenai hal ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis-normatif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran secara tegas mengutuk praktik pembunuhan terhadap perempuan, terutama dalam konteks sejarah Jahiliyyah, yang tercermin dalam QS. An-Nahl ayat 58-59. Dalam hukum pidana Islam, femisida dikategorikan sebagai jarimah qishasiyyah dengan konsekuensi hukum yang berat. Namun, sistem hukum di Indonesia belum secara tegas menangani kasus femisida secara spesifik. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih komprehensif untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi perempuan dan memastikan keadilan bagi korban femisida. Saat ini, penyelesaian kasus femisida masih mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Penelitian ini mengungkap fenomena femisida sebagai bentuk kekerasan berbasis gender ekstrem yang belum diatur secara spesifik dalam hukum Indonesia.Meskipun terdapat regulasi seperti UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), UU PKDRT, dan KUHP, femisida tidak diatur secara eksplisit.Dalam perspektif Islam, Al-Quran menentang kekerasan terhadap perempuan dan menegaskan perlindungan hak hidup perempuan, sejalan dengan prinsip hukum Islam seperti Hifzh an Nafs dalam maqashid syariah.Kasus femisida di Indonesia juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kontrol maskulinitas, kekerasan rumah tangga, dan motif ekonomi.Untuk itu, diperlukan kebijakan hukum yang lebih spesifik mengenai femisida dan peningkatan perlindungan hukum bagi korban agar kekerasan berbasis gender ini dapat diminimalkan secara efektif.Penelitian selanjutnya perlu membandingkan kebijakan hukum Indonesia dengan negara lain yang sudah memiliki regulasi terkait femisida untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem hukum Indonesia dan memperbaiki perlindungan terhadap perempuan.
Untuk memperkuat perlindungan perempuan dari femisida, diperlukan pendekatan multidimensional yang melibatkan hukum, pendidikan, dan perubahan sosial. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada analisis komparatif kebijakan hukum Indonesia dengan negara lain yang telah memiliki regulasi spesifik terkait femisida, untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem hukum Indonesia dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam kampanye dan sosialisasi bahaya femisida, serta mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena ini. Akhirnya, penelitian lanjutan dapat mengusulkan strategi intervensi dan pencegahan yang komprehensif, termasuk pendidikan gender, pelatihan bagi aparat penegak hukum, dan pengembangan mekanisme pelaporan dan dukungan bagi korban femisida.
| File size | 601.07 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menemukan bahwa ketentuan batas usia minimal perkawinan yang ditetapkan dalam program PendewasaanPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menemukan bahwa ketentuan batas usia minimal perkawinan yang ditetapkan dalam program Pendewasaan
UNESAUNESA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui snowball sampling dengan kuesioner yang memerolehPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui snowball sampling dengan kuesioner yang memeroleh
IAINPTKIAINPTK Menurut jumhur ulama, pernikahan karena hamil (ngampang) sebenarnya boleh selama dilakukan menurut aturan fikih. Keabsahannya tidak ditentukan oleh situasi/lokusMenurut jumhur ulama, pernikahan karena hamil (ngampang) sebenarnya boleh selama dilakukan menurut aturan fikih. Keabsahannya tidak ditentukan oleh situasi/lokus
IAIM NU METRO LAMPUNGIAIM NU METRO LAMPUNG Faktor-faktor seperti kekhawatiran akan pergaulan bebas, keinginan untuk melindungi anak dari tindakan yang dilarang agama, dan tradisi keluarga memainkanFaktor-faktor seperti kekhawatiran akan pergaulan bebas, keinginan untuk melindungi anak dari tindakan yang dilarang agama, dan tradisi keluarga memainkan
DINASTIREVDINASTIREV Maka untuk mencegah perbuatan tersebut seharusnya ada regulasi yang melarang peredaran sex toys secara bebas. Berdasarkan pemaparan dan penjelasan di atasMaka untuk mencegah perbuatan tersebut seharusnya ada regulasi yang melarang peredaran sex toys secara bebas. Berdasarkan pemaparan dan penjelasan di atas
POLTEKKES PALUPOLTEKKES PALU Penerapan media edukasi berupa kartu kesiapan menikah secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja dalam pencegahan perkawinan anak. Oleh karena itu,Penerapan media edukasi berupa kartu kesiapan menikah secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja dalam pencegahan perkawinan anak. Oleh karena itu,
UMMUMM Hasil dari makalah ini menunjukkan bahwa pernikahan anak di Indonesia tidak dapat dihindarkan karena tiga argumen utama yaitu ajaran Islam yang mengizinkanHasil dari makalah ini menunjukkan bahwa pernikahan anak di Indonesia tidak dapat dihindarkan karena tiga argumen utama yaitu ajaran Islam yang mengizinkan
UNUBLITARUNUBLITAR Tingkat keberhasilan diukur menggunakan skala pengetahuan perilaku bullying dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatanTingkat keberhasilan diukur menggunakan skala pengetahuan perilaku bullying dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan
Useful /
IAIM NU METRO LAMPUNGIAIM NU METRO LAMPUNG Hubungan emosional, spiritual, dan sosial yang kuat dengan masyarakat menghasilkan dukungan material dan non-material, serta solidaritas kolektif melaluiHubungan emosional, spiritual, dan sosial yang kuat dengan masyarakat menghasilkan dukungan material dan non-material, serta solidaritas kolektif melalui
UINUIN Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan pendekatan sosiologis, studi ini mengungkapkan bahwaPenelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan pendekatan sosiologis, studi ini mengungkapkan bahwa
UINUIN Talfīq atau gabungan berbagai pendapat mazhab fikih merupakan metode yang sering digunakan untuk mencari solusi dalam hukum Islam. Hal ini digunakan secaraTalfīq atau gabungan berbagai pendapat mazhab fikih merupakan metode yang sering digunakan untuk mencari solusi dalam hukum Islam. Hal ini digunakan secara
UMMUMM Korupsi dalam era digital telah menjadi ancaman transnasional yang memicu perluasan upaya penanganan melalui ASEAN. Penelitian ini mengkaji evolusi korupsiKorupsi dalam era digital telah menjadi ancaman transnasional yang memicu perluasan upaya penanganan melalui ASEAN. Penelitian ini mengkaji evolusi korupsi