ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Pemakaian analisis statistika yang tepat akan memberikan kemudahan dalam melakukan penarikan kesimpulan terutama dalam melakukan pendugaan atau peramalan tentang terjadinya suatu peristiwa atau trend yang akan berlaku di masa yang akan datang. Peramalan ini sangat bermanfaat di berbagai bidang kehidupan khususnya di dunia kerja. Salah satu manfaat tersebut sesuai dengan judul program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diambil, yaitu dalam pembuatan analisis statistik untuk peramalan permintaan pasar guna strategi pemasaran produk. Sebagai akibat penyebaran penyakit Covid-19 dimana banyak terjadi pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh sebagian karyawan swasta, terutama para pemuda khususnya yang bertempat tinggal di sekitar RW IX Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan Bekasi maka kepada mereka diberikan bekal pengenalan dan pemberian pemahaman analisis statistika dengan memanfaatkan open source software yaitu Software R agar pengetahuan mereka tentang analisis statistika terutama di peramalan permintaan pasar guna perancangan produk yang berorientasi pasar dapat bertambah bagi mereka yang berkeinginan berwiraswasta. Pada pelaksanaannya kegiatan PKM ini diikuti mitra sebanyak 21 peserta dengan 4 dosen dan 1 mahasiswa sebagai instruktur serta 1 staf tenaga kependidikan sebagai admin, serta karena masih adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai akibat Covid-19 maka pelaksanaannya dilakukan secara daring. Pelatihan dalam program ini, materi disampaikan dengan metode diskusi, tanya jawab disertai studi kasus yang bagaimana cara menyelesaikannya menggunakan software R. Berdasarkan hasil Pre Tes sebesar 3,429 dan hasil Post Tes 10,571 dapat disimpulkan bahwasannya pelatihan ini memberikan kenaikan pengetahuan mitra tentang peramalan dengan R. Melihat hasil kuesioner mitra, didapat Indeks nilai sebesar 95% yang menyatakan bahwa mitra sangat setuju terhadap pernyataan bahwa isi materi bermanfaat dan instruktur pelatihan menguasai materi yang disampaikan.

Pelatihan pembuatan analisis time series untuk perancangan produk menggunakan R terbukti meningkatkan pemahaman peserta, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor pre tes dari 3,429 menjadi 10,571 pada post tes.Nilai maksimum jawaban benar juga meningkat dari 6 menjadi 15, dan nilai minimum dari 2 menjadi 6.Mitra menyatakan sangat setuju terhadap kualitas persiapan, materi, instruktur, dan manfaat pelatihan dengan indeks kepuasan rata-rata 95%.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan dalam jangka panjang, misalnya dengan mengukur sejauh mana peserta menerapkan analisis peramalan menggunakan R dalam usaha mereka satu tahun setelah pelatihan. Kedua, perlu dikaji perbedaan efektivitas metode pembelajaran secara daring dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka melalui studi komparatif pada kelompok peserta serupa untuk mengetahui apakah interaksi langsung lebih meningkatkan penguasaan software R. Ketiga, diperlukan pengembangan modul pembelajaran interaktif berbasis digital yang mencakup studi kasus nyata dari berbagai jenis usaha mikro, sehingga peserta dapat belajar menerapkan peramalan pada konteks bisnis yang lebih beragam dan relevan dengan kondisi pasar saat ini. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan dari pelatihan ini dengan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai keberlanjutan dan skalabilitas program pelatihan berbasis open source seperti R bagi masyarakat yang ingin berwirausaha. Selain itu, pendekatan yang lebih personalisasi terhadap kebutuhan peserta berdasarkan latar belakang usaha mereka dapat menjadi arah studi baru untuk meningkatkan relevansi pelatihan. Dengan modul yang lebih adaptif dan penilaian jangka panjang, program pelatihan serupa dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran yang lebih efektif bagi masyarakat umum. Studi mendalam terhadap hambatan teknis peserta saat menggunakan software R juga akan membantu menyempurnakan metode pelatihan. Penelitian lanjutan ini penting agar pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan sesaat, tetapi juga membentuk keterampilan yang bertahan lama. Fokus pada penerapan nyata dan evaluasi berkelanjutan akan memastikan manfaat pelatihan dapat dirasakan secara nyata oleh peserta dalam kehidupan usaha mereka. Dengan demikian, pelatihan serupa dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan ekonomi yang lebih sistematis dan berdampak luas.

Read online
File size216.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test