POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceMenstrual pain is cramps in the lower abdomen that appear before or during menstruation, sometimes so severe that they interfere with daily activities. The aim of this study was to determine the relationship between body mass index and physical activity with menstrual pain in adolescent girl. This research uses a correlation analytical method with a cross sectional approach. The sampling technique in this research was total sampling. The sample for this research was 40 female students at Denpasar National Junior High School who met the inclusion and exclusion criteria. The instruments used are scales and height meters, the Numeric Rating Scale (NRS) questionnaire and the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). The results of the analysis show that the body mass index of female Adolescent girls is mostly in the good nutritional criteria (40.0%), physical activity is mostly in the moderate category (50.0%) and the majority of respondents suffer from menstrual pain (67.5%). Spearman rank analysis test shows there is a relationship between BMI (p<0.05) and physical activity (p<0.05) with menstrual pain. The conclusion of this research is that there is a relationship between body mass index and physical activity with menstrual pain with a low level of correlation.
The study concludes that a relationship exists between body mass index and physical activity with menstrual pain, albeit at a low correlation level.This suggests that nutritional status and physical activity may play a role in the experience of menstrual pain among adolescent girls.Further research is needed to explore the strength and nature of this relationship and to identify potential interventions to alleviate menstrual pain.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara indeks massa tubuh dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi pada remaja putri. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri perubahan indeks massa tubuh dan tingkat aktivitas fisik dari waktu ke waktu, serta dampaknya terhadap intensitas nyeri menstruasi. Selain itu, penelitian intervensi yang melibatkan program peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan pola makan dapat dieksplorasi untuk melihat apakah intervensi tersebut dapat mengurangi nyeri menstruasi dan meningkatkan kualitas hidup remaja putri. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam untuk meningkatkan generalisasi temuan, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi nyeri menstruasi, seperti stres, pola tidur, dan riwayat keluarga.
| File size | 336.13 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti usia, hipertensi, indeks massa tubuh (IMT), masa kerja, durasi kerja, pola kerja, dan perokokKelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti usia, hipertensi, indeks massa tubuh (IMT), masa kerja, durasi kerja, pola kerja, dan perokok
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan dan sikap positif ibu hamil tentang vaksinasi, semakin besar potensi untuk melakukan vaksin booster. OlehKesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan dan sikap positif ibu hamil tentang vaksinasi, semakin besar potensi untuk melakukan vaksin booster. Oleh
STIKBARSTIKBAR Upaya orang tua dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh pengetahuan yang terbatas, persepsi tabu, dan pengaruh eksternal. ProgramUpaya orang tua dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh pengetahuan yang terbatas, persepsi tabu, dan pengaruh eksternal. Program
STIKBARSTIKBAR Sementara itu, pencarian pengobatan tidak menunjukkan hubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan terpadu (AOR = 1,68; CI = 0,74-3,82; p = 0,094).Sementara itu, pencarian pengobatan tidak menunjukkan hubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan terpadu (AOR = 1,68; CI = 0,74-3,82; p = 0,094).
STIKBARSTIKBAR Hasil: Temuan menunjukkan bahwa masyarakat sangat berpengetahuan tentang COVID-19. Mereka menggunakan berbagai praktik untuk mencegah penularan COVID-19Hasil: Temuan menunjukkan bahwa masyarakat sangat berpengetahuan tentang COVID-19. Mereka menggunakan berbagai praktik untuk mencegah penularan COVID-19
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat kerangka kebijakan, terutama di area dengan aktivitas pertambangan intensif, seperti Indonesia. PenelitianTemuan ini menekankan pentingnya memperkuat kerangka kebijakan, terutama di area dengan aktivitas pertambangan intensif, seperti Indonesia. Penelitian
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil: Penelitian ini menunjukkan kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik (58,3%), domain psikologis (86,7%), domain hubungan sosial (80,6%)Hasil: Penelitian ini menunjukkan kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik (58,3%), domain psikologis (86,7%), domain hubungan sosial (80,6%)
MAHARDIKAMAHARDIKA Data dari Badan Statistik Indonesia mencatat terdapat kenaikan internet dan terus menerus digunakan. Remaja mengakses internet sebanyak 81,22% dan sebanyakData dari Badan Statistik Indonesia mencatat terdapat kenaikan internet dan terus menerus digunakan. Remaja mengakses internet sebanyak 81,22% dan sebanyak
Useful /
STIKBARSTIKBAR Namun, lebih dari 95% responden menyatakan tidak siap merawat pasien positif COVID-19 karena ketersediaan sabun, air, cairan pembersih tangan, serta alatNamun, lebih dari 95% responden menyatakan tidak siap merawat pasien positif COVID-19 karena ketersediaan sabun, air, cairan pembersih tangan, serta alat
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Tingkat partisipasi siswa sekolah dasar yang memperoleh skor baik adalah 152 (42,2%) orang, sedangkan yang kurang 72 (20%) orang karena siswa tersebutTingkat partisipasi siswa sekolah dasar yang memperoleh skor baik adalah 152 (42,2%) orang, sedangkan yang kurang 72 (20%) orang karena siswa tersebut
STIKESHBSTIKESHB Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan menggunakan formulasi tepung terigu dan cocoyam P0 (100%:0%),Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan menggunakan formulasi tepung terigu dan cocoyam P0 (100%:0%),
STIKESHBSTIKESHB Asupan gizi yang memadai sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja. Namun, sebagian besar siswa SMKN 1 Penawartama memiliki asupan karbohidrat,Asupan gizi yang memadai sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja. Namun, sebagian besar siswa SMKN 1 Penawartama memiliki asupan karbohidrat,