STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Cocoyam (Xanthosoma sagittifolium) adalah umbi yang dapat menyediakan karbohidrat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk melihat analisis fisikokimia (karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu, dan air) serta analisis sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa) brownies kukus berbahan cocoyam sebagai camilan alternatif untuk penderita diabetes. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan menggunakan formulasi tepung terigu dan cocoyam P0 (100%:0%), P1 (60%:40%), P2 (40%:60%), dan P3 (0%:100%). Karakteristik sensori ditentukan menggunakan 35 panelis konsumen dan nilai fisikokimia ditentukan menggunakan proximate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air tertinggi adalah 2,65%, kandungan abu 23,97 gram pada perlakuan P3, dan kandungan protein tertinggi adalah 19,64 gram, lemak 17,89 gram, dan karbohidrat 19,64 gram pada perlakuan P1. Analisis statistik menunjukkan bahwa substitusi tepung cocoyam berpengaruh terhadap kandungan karbohidrat (p<0.001), abu (p=0.008), dan air (p<0.001), tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan protein (p=0.791), lemak (p=0,288), atau serat kasar (p=0,366). Hasil analisis sensori menunjukkan bahwa P1 adalah perlakuan terbaik dengan nilai tingkat preferensi panelis untuk warna 3,17; aroma 3,0; rasa 3,43; tekstur 2,60 dan analisis statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh substitusi tepung cocoyam terhadap karakteristik sensori brownies kukus, seperti warna (p<0.001), aroma (p=0.012), tekstur (p<0.001), dan rasa (p<0.001). Brownies kukus berbahan cocoyam memiliki kandungan karbohidrat rendah sebesar 19.64 g dan kandungan serat kasar tinggi sebesar 21.41 g, sehingga perlakuan pertama, brownies (P1), dapat digunakan sebagai camilan alternatif untuk penderita diabetes.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa brownies kukus talas kimpul pada perlakuan P3 memiliki kandungan karbohidrat terendah (17,04 g), kandungan protein 10,21 g, kandungan lemak 17,81 g, kandungan serat kasar tertinggi (23,97 g), kandungan abu tertinggi (27,49%), dan kandungan air tertinggi (2,65%).Berdasarkan uji sensoris, perlakuan P1 merupakan formulasi yang paling disukai panelis dari segi warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan.Perlakuan tersebut dinilai memiliki kandungan karbohidrat rendah serta serat kasar tinggi, sehingga berpotensi menjadi alternatif makanan selingan yang sesuai bagi penderita Diabetes Melitus.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan brownies kukus berbahan cocoyam dengan variasi rasa dan tekstur yang lebih beragam untuk memenuhi preferensi konsumen dengan kebutuhan diet khusus, seperti penderita diabetes atau individu dengan preferensi makanan tertentu. (2) Meneliti lebih lanjut efek substitusi tepung cocoyam terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori brownies kukus dengan menggunakan metode analisis yang lebih canggih, seperti spektroskopi atau kromatografi, untuk memahami lebih dalam interaksi antara bahan-bahan dan pengaruhnya terhadap kualitas produk. (3) Menganalisis dampak konsumsi brownies kukus berbahan cocoyam terhadap kontrol glukosa darah pada penderita diabetes melalui studi klinis, untuk memastikan manfaat produk ini dalam pengelolaan penyakit diabetes.

  1. The Effect of Taro Beneng Flour Substitution (Xanthosoma Undipes K. Koch) on Brownie Cookies Making on... doi.org/10.46799/ajesh.v2i8.95The Effect of Taro Beneng Flour Substitution Xanthosoma Undipes K Koch on Brownie Cookies Making on doi 10 46799 ajesh v2i8 95
Read online
File size375.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test