UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya tercermin dari sekitar 7.000 dari 30.000 jenis flora yang memiliki potensi sebagai bahan obat-obatan. Posisi geografis yang strategis menjadi faktor pendukung tingginya keanekaragaman hayati ini. Kekayaan alam ini telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh berbagai suku dalam praktik pengobatan tradisional, yang hingga kini masih lestari. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014 menunjukkan bahwa secara nasional, 20,99% penduduk Indonesia menggunakan obat tradisional, dengan persentase yang signifikan di berbagai daerah, seperti di Kalimantan Tengah yang mencapai 18,87% untuk laki-laki dan 24,59% untuk perempuan. Praktik ini merupakan objek kajian etnofarmakologi, yaitu ilmu yang mempelajari pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu budaya.

Suku Dayak Bakumpai di Kelurahan Muara Laung 1 memiliki kekayaan pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan tanaman obat lokal untuk perawatan pasca bersalin.Teridentifikasi delapan jenis tanaman utama, yaitu Sangkareho (Callicarpa longifolia), Mambung (Blumea balsamifera), Pasak Bumi (Eurycoma longifolia), Rumput Fatimah (Labisia pumila), Tuntung Uhat (Codiaeum variegatum), Panawar Seribu (Excoecaria cochinchinensis), Sirih (Piper betle), dan Tembura (Ageratum conyzoides), yang diolah menjadi ramuan untalan dengan cara dihaluskan dan dibentuk menjadi bola-bola kecil.Bagian tanaman yang dominan digunakan adalah daun (72,22%) dan pucuk (27,78%), yang dikonsumsi 1-2 kali sehari selama masa nifas.Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya masyarakat untuk mempercepat pemulihan rahim, melancarkan darah nifas, mengurangi nyeri, serta meningkatkan stamina ibu.

Untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini, disarankan kepada masyarakat untuk terus melestarikan dan meneruskan pengetahuan tersebut kepada generasi muda. Bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, sangat penting untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengidentifikasi kandungan fitokimia, uji toksisitas, dan uji klinis dari tanaman-tanaman tersebut guna memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi praktik pengobatan tradisional ini. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi tanaman-tanaman ini dalam pengembangan produk-produk farmasi yang lebih modern dan efektif, serta untuk mengidentifikasi interaksi antara tanaman obat tradisional dengan obat-obatan modern yang mungkin digunakan oleh ibu pasca melahirkan.

  1. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
  2. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
  3. Bot Verification. verification verifying robot ejournal.stifar-riau.ac.id/index.php/jpfi/article/view/781Bot Verification verification verifying robot ejournal stifar riau ac index php jpfi article view 781
Read online
File size548.32 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test