LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA
Jurnal Keperawatan dan KebidananJurnal Keperawatan dan KebidananPenelitian ini berfokus pada fenomena self-diagnosis, yaitu kecenderungan individu untuk mengidentifikasi dan menetapkan label gangguan kesehatan, khususnya kesehatan mental, berdasarkan pemahaman subjektif yang kerap diperoleh dari konten media sosial seperti TikTok. Di kalangan mahasiswa, paparan berlebihan terhadap informasi kesehatan yang belum terverifikasi melalui platform tersebut dapat memicu respons psikologis yang negatif, termasuk peningkatan kecemasan yang bersifat maladaptif dan sulit dikendalikan. Praktik self-diagnosis berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan mental, seperti eskalasi kecemasan hingga mencapai tingkat klinis serta memunculkan gejala-gejala depresif. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kecemasan pada populasi mahasiswa pengguna TikTok yang terlibat dalam aktivitas self-diagnosis.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan TikTok untuk self-diagnose dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa STIKES Dian Husada Mojokerto.Secara umum, mayoritas responden (70,7%) berada dalam kategori normal, namun proporsi yang signifikan (28,0%) mengalami kecemasan ringan, dan satu individu (1,2%) mengalami kecemasan sedang.Temuan menunjukkan bahwa karakteristik seperti jenis kelamin perempuan, konsumsi konten spesifik kesehatan mental (bukan health care umum), serta berada di semester pertengahan (Semester 5) cenderung berkorelasi dengan skor kecemasan yang lebih tinggi.Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun self-diagnose melalui media sosial seperti TikTok belum secara masif mengakibatkan kecemasan klinis berat, praktik tersebut berpotensi menjadi faktor risiko yang memperkuat gejala kecemasan, terutama pada kelompok yang secara psikologis lebih rentan.Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya intervensi promotif-preventif berbasis kampus, seperti literasi kesehatan mental digital dan penguatan dukungan psikososial, untuk memitigasi dampak negatif self-diagnose dan membangun ketahanan mental mahasiswa di era digital.
Dosen dan tenaga kependidikan dapat secara proaktif mengintegrasikan pendidikan literasi kesehatan mental digital ke dalam kurikulum maupun aktivitas kemahasiswaan. Selain itu, penting untuk menciptakan mekanisme pelaporan dan rujukan yang mudah diakses dan tidak terstigma, di mana dosen dan staf dapat mengenali tanda-tanda awal kecemasan pada mahasiswa dan menghubungkan mereka dengan Unit Konseling kampus secara responsif. Tenaga kependidikan juga dapat berperan dengan menyediakan dan mempromosikan ruang aman (safe space) serta informasi layanan dukungan psikologis di lingkungan kampus, sehingga mahasiswa merasa didukung secara holistik. Bagi mahasiswa, disarankan untuk meningkatkan kesadaran kritis (critical awareness) dalam mengonsumsi konten kesehatan mental di platform seperti TikTok, dengan selalu memverifikasi layanan konseling kampus secara proaktif sebagai langkah preventif, serta membangun kelompok dukungan sebaya untuk berbagi pengalaman dan strategi koping yang sehat. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan populasi dan metode penelitian, misalnya dengan studi longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang self-diagnosis, atau penelitian kualitatif mendalam untuk memahami motivasi dan pengalaman emosional di balik praktik tersebut. Selain itu, penelitian mendatang dapat menguji efektivitas intervensi berbasis literasi digital dalam menurunkan kecemasan, serta mengeksplorasi peran variabel mediator seperti dukungan sosial, kepribadian, atau jenis konten spesifik yang paling berpengaruh, guna menyusun strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti ilmiah.
| File size | 703.41 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
BIMABERILMUBIMABERILMU Meskipun demikian, variasi tingkat kesiapan antar pelaku UMKM menunjukkan perlunya pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, program lanjutan disarankanMeskipun demikian, variasi tingkat kesiapan antar pelaku UMKM menunjukkan perlunya pendampingan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, program lanjutan disarankan
BIMABERILMUBIMABERILMU Penelitian ini menerapkan metode kualitatif-deskriptif, di mana hasil yang diperoleh berupa data melalui wawancara dengan para narasumber dan menganalisisPenelitian ini menerapkan metode kualitatif-deskriptif, di mana hasil yang diperoleh berupa data melalui wawancara dengan para narasumber dan menganalisis
AKSARAKITAAKSARAKITA Kemampuan literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis memiliki skor (91%) yakni berada pada rentang 80 – 100% dengan kategori sangat baik. GuruKemampuan literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis memiliki skor (91%) yakni berada pada rentang 80 – 100% dengan kategori sangat baik. Guru
AKSARAKITAAKSARAKITA Terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan literasi digital, seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya kemampuan berpikir kritis terhadap informasiTerdapat berbagai tantangan dalam pengembangan literasi digital, seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya kemampuan berpikir kritis terhadap informasi
JURNALP4IJURNALP4I Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan struktural dalam integrasi trisektoral tersebut dan merumuskan model pendidikan transformatif yang relevan.Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan struktural dalam integrasi trisektoral tersebut dan merumuskan model pendidikan transformatif yang relevan.
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Penelitian ini menginvestigasi pengaruh lingkungan kerja dan kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas kerja individu pada Generasi Z, dengan kesehatanPenelitian ini menginvestigasi pengaruh lingkungan kerja dan kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas kerja individu pada Generasi Z, dengan kesehatan
STIESTEKOMSTIESTEKOM Penelitian ini menganalisis pengaruh transparansi digital terhadap kepercayaan publik dan partisipasi warga di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia,Penelitian ini menganalisis pengaruh transparansi digital terhadap kepercayaan publik dan partisipasi warga di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia,
STIKOMBANYUWANGISTIKOMBANYUWANGI Dari tujuh permasalahan yang diidentifikasi, hanya pengembangan model EA yang dibahas sepanjang tiga tahun terakhir.meskipun penelitian pada 2019 menunjukkanDari tujuh permasalahan yang diidentifikasi, hanya pengembangan model EA yang dibahas sepanjang tiga tahun terakhir.meskipun penelitian pada 2019 menunjukkan
Useful /
BIMABERILMUBIMABERILMU Strategi ini menggunakan berbagai pendekatan, termasuk bertanya, menciptakan interaksi yang berhasil antara pengajar, murid, dan wali murid, serta memotivasiStrategi ini menggunakan berbagai pendekatan, termasuk bertanya, menciptakan interaksi yang berhasil antara pengajar, murid, dan wali murid, serta memotivasi
BIMABERILMUBIMABERILMU Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,41 menjadi 85,88, kelengkapan belajar dari 47,05 % menjadi 76,47 %, serta partisipasi aktifHasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,41 menjadi 85,88, kelengkapan belajar dari 47,05 % menjadi 76,47 %, serta partisipasi aktif
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. HasilAnalisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Pendidikan anak usia dini memerlukan stimulasi tepat, salah satunya melalui pengenalan warna. Media balok warna, alat edukatif yang menggabungkan visualPendidikan anak usia dini memerlukan stimulasi tepat, salah satunya melalui pengenalan warna. Media balok warna, alat edukatif yang menggabungkan visual