LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA
Jurnal Bhakti Civitas AkademikaJurnal Bhakti Civitas AkademikaMasa menyusui merupakan periode penting yang menentukan kesehatan ibu dan bayi, namun masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah pada payudara akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan payudara, khususnya pijat payudara. Kondisi ini dapat berdampak pada nyeri payudara, bendungan ASI, serta ketidaklancaran proses menyusui yang berpotensi menurunkan keberhasilan pemberian ASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai pijat payudara sebagai salah satu upaya promotif dan preventif dalam mendukung kelancaran produksi dan pengeluaran ASI.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pijat payudara memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara.Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi ibu dengan tingkat pengetahuan baik setelah diberikan edukasi, yang disertai dengan kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik pijat payudara secara mandiri dan benar sesuai dengan langkah-langkah yang telah diajarkan.Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan pendampingan praktik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu menyusui.Selain peningkatan aspek kognitif dan keterampilan, kegiatan ini juga memberikan manfaat pada aspek psikologis ibu menyusui.Ibu menyusui tampak lebih percaya diri, merasa lebih nyaman, dan memiliki keyakinan yang lebih baik dalam menjalani proses menyusui setelah mengikuti kegiatan edukasi pijat payudara.Efek relaksasi yang diperoleh melalui pijat payudara berperan dalam menciptakan kondisi emosional yang positif, yang selanjutnya mendukung refleks let-down dan kelancaran pengeluaran ASI.
Saran penelitian lanjutan: . 1. Mengembangkan model intervensi yang family-centered, dengan mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain dalam sesi pelatihan pijat payudara, dilengkapi dengan media pendukung seperti video demonstrasi yang dapat diakses ulang di rumah. . 2. Membangun mekanisme pendampingan follow-up sederhana, seperti melalui grup aplikasi pesan, untuk menyediakan ruang konsultasi dan penguatan yang berkelanjutan, sehingga mengubah pengetahuan yang diperoleh menjadi praktik berkelanjutan yang tertanam dalam sistem dukungan keluarga. . 3. Melakukan reorientasi dalam pendekatan edukasi kesehatan ibu dengan mengintegrasikan program edukasi perawatan payudara, termasuk pijat payudara, ke dalam setiap titik kontak pelayanan, mulai dari kelas antenatal, periode postnatal di rumah sakit, hingga kunjungan lanjutan di Puskesmas atau Posyandu. Peran perawat dan bidan sebagai edukator dan fasilitator menjadi sentral dalam menciptakan sesi praktik yang aman dan membuka ruang diskusi.
| File size | 366.48 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Kesenjangan antara teori dan praktik klinis dalam pendidikan kebidanan dan keperawatan maternal, khususnya pada keterampilan kompleks seperti perawatanKesenjangan antara teori dan praktik klinis dalam pendidikan kebidanan dan keperawatan maternal, khususnya pada keterampilan kompleks seperti perawatan
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, layanan rehabilitasi sosial menempati posisi kritis dalam pemulihan fungsi sosial ODGJ. Penelitian yang dilakukanSebagai respons terhadap tantangan tersebut, layanan rehabilitasi sosial menempati posisi kritis dalam pemulihan fungsi sosial ODGJ. Penelitian yang dilakukan
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Efektivitas intervensi ini optimal saat dilakukan secara rutin minimal tiga kali sehari, menghasilkan perbaikan kuantitatif dan pergeseran skor ke kategoriEfektivitas intervensi ini optimal saat dilakukan secara rutin minimal tiga kali sehari, menghasilkan perbaikan kuantitatif dan pergeseran skor ke kategori
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Temuan menunjukkan bahwa karakteristik seperti jenis kelamin perempuan, konsumsi konten spesifik kesehatan mental (bukan health care umum), serta beradaTemuan menunjukkan bahwa karakteristik seperti jenis kelamin perempuan, konsumsi konten spesifik kesehatan mental (bukan health care umum), serta berada
PPSUNIYAPPPSUNIYAP Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden dan diukur menggunakan skala Likert.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden dan diukur menggunakan skala Likert.
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam memahami dan menangani isu stunting. Selain itu, forum ini menghasilkan rekomendasiHasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam memahami dan menangani isu stunting. Selain itu, forum ini menghasilkan rekomendasi
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikanHasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan didapatkan bahwasanya. Dari hasil pengumpulan data awal (pre-test), didapatkanDari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan didapatkan bahwasanya. Dari hasil pengumpulan data awal (pre-test), didapatkan
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Tingkat kepuasan pasien sangat bergantung pada waktu tunggu pelayanan di Poliklinik, semakin cepat waktu pelayanan maka tingkat kepuasan pasien semakinTingkat kepuasan pasien sangat bergantung pada waktu tunggu pelayanan di Poliklinik, semakin cepat waktu pelayanan maka tingkat kepuasan pasien semakin
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kawatuna Kota Palu, dilakukan studi observasional terhadap 150 orang untuk memahami kondisi kesehatan mereka.Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kawatuna Kota Palu, dilakukan studi observasional terhadap 150 orang untuk memahami kondisi kesehatan mereka.
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia adalah LBP (Low Back Pain). LBP merupakan gejala ketidaknyamanan yang ditandaiSalah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia adalah LBP (Low Back Pain). LBP merupakan gejala ketidaknyamanan yang ditandai
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Awalnya, sebagian besar (86%) remaja putri di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya konsumsi Tablet TambahAwalnya, sebagian besar (86%) remaja putri di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah