LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Jurnal Bhakti Civitas AkademikaJurnal Bhakti Civitas Akademika

Anemia adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari normal. Hal ini salah satunya diakibatkan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), perlu upaya serius membantu pemerintah dalam menekankan aspek promotif dan preventif di masyarakat. Adapun tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan dalam upaya penurunan prevalensi anemia pada remaja putri di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep pada Bulan Desember 2023. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan didapatkan data bahwasanya remaja putri yang sebelumnya lebih separuh memiliki pengetahuan dalam kategori kurang tentang pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang semula sebanyak 43 remaja putri menurun menjadi 3 remaja putri, dan untuk remaja putri kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya memiliki pengetahuan tentang pentingnya konsumsi TTD dalam kategori baik yang semula 0 remaja putri naik menjadi 47 remaja putri.

Awalnya, sebagian besar (86%) remaja putri di Pondok Pesantren Ar-Raudah Sumenep memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).Selain itu, sebagian besar (82%) remaja putri juga menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran.Namun, setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan, di mana jumlah remaja putri dengan pengetahuan kurang menurun drastis dari 43 menjadi 3, dan yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 0 menjadi 47.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat penting untuk menyelidiki lebih lanjut dampak jangka panjang dari edukasi kesehatan yang telah diberikan. Meskipun peningkatan pengetahuan telah tercapai, pertanyaan krusial yang perlu dijawab adalah, apakah peningkatan pengetahuan ini secara berkelanjutan dapat meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran, dan pada akhirnya, apakah hal ini benar-benar berkontribusi pada penurunan prevalensi anemia dalam periode yang lebih panjang, misalnya enam bulan atau satu tahun setelah intervensi? Studi lanjutan dapat merancang evaluasi prospektif untuk memantau status gizi dan kepatuhan konsumsi TTD secara berkala. Selain itu, mengingat masih adanya faktor penghambat kepatuhan seperti ketersediaan dan dukungan sosial yang belum optimal, akan sangat bermanfaat untuk menguji efektivitas intervensi lain yang menggabungkan edukasi dengan program dukungan praktis. Misalnya, apakah model intervensi yang melibatkan penyediaan TTD gratis secara teratur di lingkungan pesantren atau pembentukan kelompok dukungan sebaya (peer support group) dapat secara signifikan meningkatkan angka kepatuhan konsumsi TTD? Terakhir, untuk memahami secara lebih mendalam mengapa sebagian remaja putri masih kesulitan mematuhi anjuran meskipun telah mendapatkan edukasi, penelitian kualitatif dapat dilakukan. Studi ini dapat menggali persepsi, tantangan, dan faktor-faktor pendorong dari sudut pandang remaja putri sendiri, para pengasuh, serta tenaga kesehatan, untuk mengidentifikasi strategi yang lebih personal dan kontekstual dalam mengatasi hambatan perilaku.

Read online
File size347.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test