LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Jurnal Bhakti Civitas AkademikaJurnal Bhakti Civitas Akademika

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya konsumsi tablet tambah darah. Penyuluhan kesehatan menjadi langkah preventif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan anemia. Adapun tujuan dari promosi kesehatan ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media website dalam meningkatkan pemahaman remaja putri di Desa Tambar Jogoroto Jombang tentang pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berbasis website melalui sesi tatap muka dan akses mandiri terhadap konten edukasi di dalam website. Dapat diketahui bahwa sebagian besar Pengetahuan Responden dalam kategori Baik yaitu sebanyak 31 responden (70,5%). Setelah di lakukan promosi kesehatan dengan media website. Hal ini menunjukkan bahwa website dapat menjadi media edukasi yang efektif karena menyediakan informasi yang dapat diakses kapan saja dalam format yang menarik dan mudah dipahami. Oleh karena itu, media digital seperti website diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam edukasi kesehatan.

Penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman remaja putri mengenai pencegahan anemia yang awalnya rendah meningkat signifikan setelah menggunakan media website.Website terbukti efektif sebagai sarana edukasi karena kemudahan akses, interaktivitas, dan daya tariknya.Oleh karena itu, pengembangan dan optimalisasi website sebagai media penyuluhan kesehatan sangat penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Agar upaya pencegahan anemia pada remaja putri semakin optimal dan berkelanjutan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, meskipun penelitian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, penting untuk meneliti apakah peningkatan pemahaman tersebut benar-benar berdampak pada perubahan perilaku jangka panjang. Sebagai contoh, sebuah studi bisa menyelidiki apakah remaja putri yang terpapar edukasi melalui website secara konsisten menerapkan pola makan sehat dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah dalam periode enam bulan atau satu tahun setelah penyuluhan. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas website tidak hanya dalam hal kognitif, tetapi juga tindakan nyata. Kedua, mengingat disebutkan bahwa fitur interaktif dapat meningkatkan efektivitas, akan sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi elemen desain dan konten website yang paling berpengaruh. Penelitian dapat membandingkan website dengan berbagai tingkat interaktivitas—misalnya, website dengan hanya teks dan gambar versus website yang dilengkapi kuis, video animasi, atau bahkan fitur konsultasi daring—untuk melihat fitur mana yang paling optimal dalam menarik perhatian dan meningkatkan retensi informasi pada remaja. Ini akan membantu pengembang menciptakan platform yang lebih efektif dan menarik. Terakhir, karena studi ini dilakukan di satu desa, penelitian di masa depan dapat memperluas jangkauan ke berbagai wilayah dengan karakteristik demografi yang berbeda, seperti perkotaan atau pedesaan yang lebih terpencil, serta membandingkan efektivitas website dengan platform digital lain seperti aplikasi mobile khusus pencegahan anemia. Studi perbandingan ini akan memberikan wawasan berharga tentang media digital mana yang paling cocok untuk kelompok sasaran dan lingkungan yang berbeda, sehingga edukasi kesehatan bisa merata dan lebih tepat sasaran di seluruh Indonesia.

Read online
File size324.46 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test