POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan MakassarMedia Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Latar Belakang: Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit kutu yang dapat terowongan di dalam kulit. Akibatnya, hal itu dapat menyebabkan gatal-gatal. Scabies adalah gatal, disebut juga dengan langit-lebah, pamaan gatal, tujuh tahun gatal, dan di Indonesia hal ini juga dikenal sebagai juga dikenal sebagai kudis, gudik, atau buduk. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian penyakit scabies pada santri di pondok pesantren. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Putra Darul Ulum Waddahwah, dengan sampel adalah santri putra yang ada di pondok. Jumlah sampel pada penelitain ini adalah 66 santri dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis Uji Fishers Exact Test menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan penyakit scabies. Berdasarkan analisis Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan penyakit scabies. Berdasarkan analisis Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan penyakit scabies. Kesimpulan: Dari hasil uji Chi-Suare tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian scabies pada santri di Pondok Pesantren Putra Darul Ulum Waddahwah. Diharapkan pada peneliti selanjutnya untuk menambahkan faktor lingkungan yang berhubungan dengan penyakit scabies.

Tidak ada hubungan yang bermakna tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Putra Darul Ulum Waddahwah.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana pengaruh kondisi fisik lingkungan seperti kelembaban ruangan dan ventilasi terhadap penyebaran scabies di pondok pesantren. Selain itu, perlu dikembangkan intervensi berbasis fasilitas untuk mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan pakaian yang memicu penularan. Studi lanjutan juga bisa mengevaluasi efektivitas program edukasi yang mengintegrasikan kebiasaan hidup bersih dengan pengelolaan sanitasi kolektif. Pertanyaan menarik yang bisa diangkat adalah apakah penambahan lemari pribadi dan perbaikan sistem drainase mengurangi prevalensi scabies secara signifikan. Penelitian komprehensif ini diharapkan mengidentifikasi faktor lingkungan dominan yang sering diabaikan namun berperan krusial dalam epidemiologi scabies. Hasilnya dapat menjadi dasar desain lingkungan pesantren yang lebih sehat dan berkelanjutan.

  1. Vol. 18 No. 1 (2023): Media Kesehatan | Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. vol kesehatan... ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/issue/view/33Vol 18 No 1 2023 Media Kesehatan Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar vol kesehatan ojs3 poltekkes mks ac index php medkes issue view 33
  1. #pengambilan keputusan#pengambilan keputusan
  2. #efektivitas program#efektivitas program
Read online
File size153.89 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-1GD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test