LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Jurnal Bhakti Civitas AkademikaJurnal Bhakti Civitas Akademika

Program Posyandu PTM untuk usia produktif masih kurang efektif karena rendahnya partisipasi dan kesadaran akan skrining kesehatan. Hal ini menghambat deteksi dini penyakit tidak menular, meningkatkan risiko komplikasi dan beban kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kawatuna Kota Palu, dilakukan studi observasional terhadap 150 orang untuk memahami kondisi kesehatan mereka. Metode observasional ini melibatkan pengamatan langsung terhadap parameter yaitu tekanan darah, kadar GDA, asam urat, dan kolesterol. Berdasarkan hasil screnning kesehatan pada usia produktif didapatkan hampir seluruhnya dengan kondisi tekanan darah normal sebanyak 145 orang (96,6%). Dan sebagian kecil dengan kondisi hipertensi sebanyak 5 orang (3,3%). Seluruhnya dengan kadar GDA normal sebanyak 150 orang (100%). Seluruhnya dengan kadar asam urat normal sebanyak 150 orang (100%). Dan hampir seluruhnya dengan kondisi kadar kolesterol normal sebanyak 148 orang (98,6%). Dan sebagian kecil yang lain dengan kadar kolesterol tinggi sebanyak 2 orang (1,3%). Hampir seluruh peserta memiliki tekanan darah normal, GDA normal, dan asam urat dalam batas normal, dengan hanya sedikit yang mengalami hipertensi dan kolesterol tinggi. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mereka tergolong baik.

Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kondisi kesehatan yang baik, dengan tekanan darah, kadar gula darah, dan asam urat dalam batas normal.Namun, terdapat sebagian kecil yang mengalami hipertensi dan kadar kolesterol tinggi, yang memerlukan perhatian lebih untuk pencegahan dan pengelolaan lebih lanjut.Skrining kesehatan yang dilakukan di Posyandu terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat usia produktif serta menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Untuk meningkatkan efektivitas program PTM di Puskesmas Kawatuna, disarankan agar skrining kesehatan dilakukan secara berkala dan lebih menyeluruh, terutama bagi individu dengan risiko kesehatan. Selain itu, edukasi mengenai pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengelola stres, perlu terus ditingkatkan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap pemeriksaan kesehatan serta penerapan gaya hidup sehat.

Read online
File size220.21 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test