Q2LIIQ2LII

JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANJURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATAN

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses penting dalam pemberian ASI yang dimulai dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. IMD dilakukan dengan membiarkan bayi secara alami mencari payudara ibu dan mulai menyusu sendiri (The Breast Crawl). Berdasarkan penelitian, tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di BPM Ani Wahyu Wijayanti menunjukkan bahwa 32,9% memiliki pengetahuan baik, 31,4% cukup, dan 35,7% kurang. Faktor pendidikan berpengaruh signifikan, di mana ibu dengan pendidikan tinggi lebih banyak memiliki pengetahuan baik (35%). Namun, ibu hamil yang belum berpengalaman dalam melahirkan justru memiliki pengetahuan lebih baik (39,2%) dibandingkan yang berpengalaman (15,8%), bertentangan dengan teori bahwa pengalaman meningkatkan pengetahuan. Sebagian besar ibu hamil memperoleh informasi tentang IMD dari tenaga kesehatan (55,7%), tetapi ibu yang mendapatkan informasi dari non-tenaga kesehatan memiliki tingkat pengetahuan lebih baik (41,9%). Hal ini menunjukkan bahwa akses informasi dari berbagai sumber, termasuk media dan program pemerintah, berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang IMD.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di BPM Ani Wahyu Wijayanti bervariasi, dengan 32,9% memiliki pengetahuan baik, 31,4% cukup, dan 35,7% kurang.Pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan ibu hamil, di mana ibu dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang IMD.Secara paradoks, ibu hamil yang belum berpengalaman dalam melahirkan menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sudah berpengalaman, yang bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa pengalaman meningkatkan pengetahuan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menggali alasan mengapa ibu hamil yang belum berpengalaman memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang IMD dibandingkan dengan ibu yang sudah berpengalaman, dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan sosial budaya yang mungkin berperan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai sumber informasi, termasuk media sosial dan program pemerintah, dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik IMD di kalangan ibu hamil. Ketiga, studi intervensi yang melibatkan pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan pengalaman ibu hamil dapat dirancang untuk meningkatkan cakupan IMD dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan praktik IMD, serta membantu merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia.

  1. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
Read online
File size277.23 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test